Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar mengizinkan warga Kawasan Sanur terutama Desa Adat Intaran membuka kantong parkir di rumah masing-masing.

Kepala Dishub Denpasar I Ketut Sriawan di Denpasar, Bali, Sabtu, mengatakan kantong parkir tersebut akan menghubungkan pengendara dengan shuttle atau bus listrik, sebab sepanjang Jalan Danau Tamblingan Kawasan Sanur akan diberlakukan pelarangan parkir guna mengurangi kemacetan.

“Ya jadi masyarakat bisa menyiapkan kantong parkir, dan itu koordinasi dengan Perumda (Perusahaan Umum Daerah) parkir dan desa adat, sehingga bisa kita umumkan ke wisatawan pengunjung,” katanya. 

“Jadi kami atur arus lalu lintas dengan menyediakan kantong-kantong parkir, ada kantong parkir Andas (sentral parkir) dan kantong parkir milik masyarakat,” kata Ketut Sriawan.

Upaya itu dilakukan Pemkot Denpasar untuk mengembangkan Kawasan Sanur sebagai kawasan pariwisata rendah emisi, sehingga selain fasilitasi kantong parkir, pemerintah juga menyiapkan pedestrian dan total 12 unit bus listrik yang saat ini sudah tersedia enam unit.

“Sepanjang Jalan Danau Tamblingan tidak ada lagi parkir di badan jalan, arus lalu lintas masih tetap dua arah, kendaraan pribadi kami arahkan parkir di kantong parkir nanti diangkut dengan bus listrik, dan yang jaraknya dekat disambut trotoar yang bagus,” ujar dia.

Bendesa Adat Intaran I Gusti Alit Kencana menambahkan saat ini bagi warganya yang ingin mendaftarkan diri membuka kantong parkir di rumahnya dapat berkoordinasi dengan kepala lingkungan masing-masing.

“Sangat memungkinkan sepeda motor masuk ke rumah-rumah penduduk, kalau misalnya mereka parkir di rumah penduduk, masyarakat kami juga ada pendapatan, mereka tidak hanya mendapatkan masalahnya saja,“ katanya.

Desa Adat Intaran menargetkan penataan ini 100 persen rampung pada bulan Desember mendatang, itu bersamaan dengan selesainya perbaikan jalan dan hadirnya tambahan enam unit bus listrik.

“Tahun baru yang akan datang kita bisa menikmati kondisi Sanur yang lebih baik dari saat ini, Kawasan Sanur bebas parkir, tidak akan ada lagi parkir di sepanjang Jalan Danau Tamblingan karena semua sudah diarahkan untuk mencari parkir, membuat ruang yang lebih leluasa terutama bagi para wisatawan,” ujar Alit Kencana.

Selain wisatawan, bendesa melihat kantong parkir juga akan dimanfaatkan pekerja-pekerja pariwisata di sekitar Sanur, sehingga untuk pegawai akan diberikan keberpihakan melalui pengurangan tarif bus listrik dari tarif normal Rp5.000 namun belum disepakati nilainya.


Baca juga: Pemkot tambah enam bus listrik di Sanur, dukung kawasan rendah emisi

Baca juga: Dishub Bali mulai uji coba bus listrik gratis rute Kuta-Nusa Dua


 



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026