Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembentukan Satgas Patroli Keimigrasian adalah untuk menekan penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing (WNA) yang datang ke Bali.

Saat memimpin apel Kesiapan Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali yang dipusatkan di Makodam IX/Udayana Denpasar, Sabtu, Wayan Koster mengatakan peningkatan arus masuk wisatawan maupun pekerja asing selain memberi peluang ekonomi, juga berpotensi menghadirkan berbagai ancaman seperti kejahatan transnasional, perdagangan orang, penyalahgunaan narkotika, hingga pelanggaran izin tinggal.

“Pembentukan Satgas Patroli Keimigrasian ini diharapkan mampu memberikan respon cepat terhadap setiap pelanggaran, menekan angka penyalahgunaan izin tinggal oleh orang asing, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat Bali,” kata Wayan Koster didampingi Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto.

Gubernur menyatakan sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali memiliki kerawanan khusus terkait mobilitas orang asing.

Karena itu, koordinasi dan sinergitas antar instansi, khususnya Satgas Patroli Imigrasi bersama TNI, Polri, Pemda, dan pemangku kepentingan lainnya, harus terus ditingkatkan.

Adapun apel gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Imigrasi, Pemasyarakatan, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pecalang desa adat Bali.

Gubernur Bali menyampaikan apel gelar ini bukan hanya sarana pengecekan personel dan peralatan, tetapi juga sebagai momentum menyamakan langkah seluruh unsur terkait.

“Apel gelar ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana-prasarana serta menyamakan langkah dalam rangka pengawasan orang asing di wilayah Bali. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergisitas antara instansi guna mencegah pelanggaran hukum keimigrasian, penyalahgunaan izin tinggal, dan potensi ancaman terhadap stabilitas keamanan daerah,” kata Gubernur.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendukung penuh kegiatan Satgas Patroli Keimigrasian tersebut.

“Kodam IX/Udayana siap mendukung penuh pemerintah daerah dalam upaya menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat Bali dan Nusa Tenggara bukan hanya sebagai benteng pertahanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah,” kata Pangdam.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026