Denpasar (ANTARA) - General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab meluruskan soal beredarnya video di media sosial yang menunjukkan dua petugas keamanan bandara berompi hijau yang terlibat keributan dengan seseorang di area parkir terminal internasional.
Menurut Ahmad Syaugi di Denpasar, Sabtu, itu adalah potongan video bagian akhir dari keseluruhan peristiwa yang terjadi pada Jumat (22/8) malam kemarin, dimana dua petugas yang mengejar dan akhirnya mendorong dan menendang seorang pria berbaju kuning adalah upaya pertahanan diri atau membela diri dari petugas keamanan bandara tersebut.
Petugas melakukan itu untuk mengamankan oknum pengemudi yang memperkeruh situasi.
“Dapat kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi karena adanya dinamika antara dua pengelola ground transport, yakni Lohjinawi dan Grab yang berujung pada keributan,” ujar Ahmad Syaugi.
Malam tersebut setelah terjadi konflik antara pengelola transportasi, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama tim Bantuan Kendali Operasi (BKO), yaitu Polres Kawasan Bandara, TNI AU, dan petugas keamanan, dengan sigap melakukan langkah pengamanan dan pengaturan situasi.
“Petugas avsec (keamanan) dan instansi terkait sudah berupaya dengan persuasif menenangkan semua pihak, namun situasi semakin keruh hingga terjadi aksi saling dorong dan kekerasan berupa pemukulan yang dialami petugas sekuriti bandara,” kata Ahmad Syaugi.
Ini yang menyebabkan kondisi semakin keruh dan berujung beredarnya rekaman aksi keributan di area terminal internasional itu.
Atas kejadian ini, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melaporkan tindakan kekerasan yang dialami petugasnya kepada Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai.
“Setelah dilakukan proses mediasi dengan melibatkan BKO, kondisi kembali kondusif pada dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, tanpa mengganggu jalannya operasional bandara,” ujarnya.
Ahmad Syaugi memastikan seluruh aktivitas penerbangan maupun pelayanan penumpang berjalan normal, termasuk arus transportasi darat yang tetap beroperasi dengan baik meskipun sempat terjadi keributan tersebut pada malam hari.
“Pada kesempatan ini kami tegaskan bahwa PT Angkasa Pura Indonesia memegang komitmen penuh untuk menjaga keamanan bandara dan menentang segala bentuk aksi yang akan berdampak pada keamanan operasional bandara,” kata dia.
Pengelola bandara mengingatkan seperti diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional, bahwa bandara merupakan salah satu obyek vital yang keberadaannya menunjang perekonomian, sosial, pertahanan, dan keamanan negara.
Oleh karena itu diharapkan para pengelola transportasi yang bermasalah atau pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian ini dapat menemukan solusi terbaik.
Selaku pengelola bandara, Ahmad Syaugi mengatakan akan bersikap profesional dalam menyikapi hal ini, dan berharap peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.