Denpasar (ANTARA) -

Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bali mencatat realisasi kredit usaha rakyat (KUR) dan ultra mikro di Bali per Semester I-2025 menembus Rp5,07 triliun yang diberikan kepada 72.771 debitur pelaku usaha mikro dan kecil.

“Penyaluran tertinggi terjadi di Kota Denpasar mencapai 855 miliar,” kata Kepala Kantor Perwakilan Kemenkeu Provinsi Bali Darmawan di Denpasar, Bali, Senin.

Ia mencatat paling besar sektor usaha yang menyerap penyaluran kredit program pemerintah itu adalah sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 40,21 persen.

Disusul pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 21,74 persen dan sisanya kisaran 10 persen yakni industri pengolahan, jasa kemasyarakatan sosial budaya dan penyediaan akomodasi makan minum.

Meski Kota Denpasar membukukan secara nominal paling besar, namun dari sisi jumlah debitur paling banyak di Kabupaten Buleleng mencapai 13 ribu debitur dengan realisasi Rp612,26 miliar.

Kemudian di Kabupaten Badung mencapai Rp817,92 miliar, Gianyar sebanyak Rp738,90 miliar, dan kabupaten lainnya pada kisaran Rp585 miliar hingga Rp264 miliar.

Meski realisasi selama semester I-2025 mencapai Rp5,07 triliun, namun realisasi itu lebih rendah jika dibandingkan periode sama 2024 yang mencapai Rp5,77 triliun kepada 73.444 debitur.

Pihaknya mengindikasikan jumlah debitur dan total penyaluran mengalami penurunan karena pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih ragu-ragu untuk mengajukan pinjaman di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Dari sisi skema kredit, kategori debitur mikro dengan nominal kredit Rp10-100 juta paling besar mencapai 57.787 debitur dengan penyaluran mencapai Rp2,94 triliun.

Selanjutnya, debitur usaha kecil dengan nominal kredit Rp100-500 juta sebanyak 7.083 debitur mencapai Rp2,06 triliun.

Total ada 20 lembaga penyaluran KUR dan ultra mikro di Bali baik oleh bank BUMN, bank swasta nasional, bank pembangunan daerah baik di Bali dan provinsi lainnya, koperasi dan pegadaian.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026