Mangupura (ANTARA) - Duta seni Kabupaten Badung yang tergabung dalam Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi tampil pada Parade Ngelawang yang merupakan rangkaian dari Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

“Kami membawakan pertunjukan bertajuk Nangiang Warih yang diangkat sebagai wujud penghormatan terhadap warisan leluhur dan kebangkitan kembali sekaa barong yang sempat vakum selama lebih dari 40 tahun,” ujar koordinator sekaligus pemilik sanggar, I Putu Candra Pradhita di Mangupura, Senin.

Dalam parade tersebut, seniman tampil dengan berjalan dari pelataran Kalangan Ayodya menuju pelataran Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center dengan menggandeng Yowana Sempidi yang diwakili oleh pemuda dari 10 banjar.

Putu Candra Pradhita menjelaskan bahwa inspirasi Nangiang Warih berasal dari dokumentasi pertunjukan barong era tahun 60-an. Namun, sejak banyaknya anggota sekaa yang meninggal, kesenian ini vakum selama puluhan tahun dan baru kembali dihidupkan di PKB 2025.

“Pertunjukan ini melibatkan sekitar 100 orang diantaranya terdiri dari delapan anak-anak penari barong, 20 penari, 26 penabuh, serta pembawa uparengga dan papan nama,” jelas dia.

Ia menambahkan tema yang diangkat adalah sejarah lahirnya kembali sekaa barong yang 40 tahun pakum. Momen itu menjadi kebangkitan sekaa yang dulu pernah menghibur masyarakat kala itu. 

“Kami bahkan menghadirkan belasan topeng yang dulunya digunakan sebagai ngelawang berusia lebih dari 50 tahun yang ditampilkan kembali. Pertunjukan ini juga dikemas dengan alur cerita mengharukan yang menggambarkan hubungan antar generasi dan menegaskan bahwa apa yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga oleh generasi muda,” pungkas dia.

 



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026