"Kami ingin meningkatkan penemuan kasus (HIV/AIDS), semakin dini kita temukan, semakin cepat mendapatkan pelayanan kesehatan dan harapannya tidak sampai pada fase AIDS," kata Sekretaris KPA Kota Denpasar, Tri Indarti, pada pelatihan konselor HIV/AIDS di Denpasar, Senin.
Saat ini Kota Denpasar memiliki 25 konselor yang sudah tersertifikasi sedangkan yang sedang dalam pelatihan sebanyak 50 orang.
Mereka berasal dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV/AIDS, petugas paramedis seperti bidan, petugas medis dari Puskesmas, petugas laboratorium kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta.
"Dengan adanya konselor kita bisa menambah layanan VCT sehingga masyarakat bisa datang dan semakin banyak pilihan," katanya.
Dia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 14 klinik "voluntary concelling and testing" (VCT) yang tersebar di beberapa klinik kesehatan dan rumah sakit.
Meski jumlah konselor penyakit dari virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu masih jauh dari jumlah penderita namun diharapkan mampu memberikan pemahaman, edukasi, pemberian informasi serta mendukung secara inrtensif perawatan orang yang terinfeksi HIV/AIDS.
Berdasarkan data dari KPA Denpasar, sejak tahun 1987 hingga Agustus tahun 2012, sedikitnya ada 2.611 jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di kota tersebut. "Selisih antara orang yang positif HIV/AIDS cukup tipis, yakni penderita AIDS sebanyak 1.292 orang sedangkan HIV sebanyak 1.319 orang," ujar Tri kepada para konselor.(DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.