"Intermediasi kelembagaan pemasaran tersebut meliputi koperasi tani, pasar tradisional, pasar swalayan, pasar umum dan pasar tani," kata Prof Suparta di Denpasar, Sabtu.
Pada acara sarasehan bertema "Peran Pasar Tani dalam Mensejahterakan Petani" itu, ia mengatakan, fluktuasi harga produk pertanian sering disebabkan oleh adanya permainan antarpedagang perantara atau lewat para tengkulak.
"Ini terjadi pada semua jenis produk pertanian. Aturan dan mekanisme yang telah dibuat dalam sistem kelembagaan pemasaran belum mampu memperdayakan petani ke tingkat yang berimbang," katanya.
Sehingga menyebabkan para petani posisi tawarnya masih saja lemah. Karena itu kata dia, sangat diperlukan media penghubung agar petani dapat memiliki kesempatan langsung menjual hasil pertaniannya kepada pasar konsumen maupun pasar industri.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana itu, menyinggung petani saat ini lebih banyak mampu menjual ketimbang memasarkan. Padahal kekuatan memasarkan dapat menciptakan nilai tambah lebih besar.
"Pemasar yang mampu menciptakan kesan merek atau 'branding' melalui sistem promosi yang baik dengan sistem distribusi yang lancar akan dapat meningkatkan volume penjualan pada tingkat harga lebih tinggi," ujar Prof Suparta di depan peserta sarasehan tersebut.
Sekretaris Kota Denpasar, Anak Agung Rai Iswara ditemui usai membuka sarasehan yang digelar serangkaian HUT ke-I Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Denpasar, menekankan Pemkot Denpasar selalu berusaha dalam mensejahterakan petani dengan melakukan berbagai upaya melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
"Upaya pemkot yang dilakukan terkait masalah ini di antaranya dengan memberikan pelatihan kepada petani dan bantuan permodalan," katanya.
Hanya saja, menurut Rai Iswara tantangan bagi petani adalah bagaimana mereka bisa menghasilkan produk berkualitas dan mampu memasarkan hasil pertaniannya.
Untuk itu kegiatan pasar tani dinilai sangat strategis bukan saja sebagai tempat pemasaran produk, tapi dapat dimanfaatkan oleh petani sebagai ajang mempromosikan produk-produk yang dihasilkan.
Oleh Karena itu kata dia, melalui aktivitas promosi diharapkan produk unggulan dan andalan dibidang pertanian dapat menumbuhkan rasa fanatisme terhadap produk pertanian lokal, sehingga petani termotivasi untuk menghasilkan produk berkualitas.
Sementara itu, Ketua Aspartan Catur Muka Kota Denpasar Made Sutikno mengatakan, serangkaian HUT ke-1 itu pihaknya juga mengadakan pengendalian hama kutu putih pada pohon kamboja atau jepun di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar yang telah dilaksanakan pada hari Jumat kemarin (4/12).
Sedangkan sarasehan tersebut melibatkan krama atau warga subak, tenaga penyuluh lapangan pertanian, kelompok tani dan perguruan tinggi negeri serta swasta.
"Kami harpakan melalui sarasehan pertanian mampu memberikan solusi dalam permasalahan petani terutama dalam memasarkan produk pertanian," katanya.
Ia mengatakan, serangkaian ulang tahun organisasi tersebut, pihaknya juga memberikan penghargaan dalam bentuk "Aspartan Award".
"Kami juga memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah dan swasta maupun perseorangan yang memiliki komitmen dalam bidang pertanian secara luas," kata Sutikno.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.