Denpasar (Antara Bali) - Rizal Ramli, mantan menteri keuangan pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, menyarankan agar pemerintah lebih serius memberantas praktik korupsi daripada menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Saran saya, tidak usah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan keuangan negara. Tetapi, perangi korupsi dengan sungguh-sungguh. Selama ini sekitar 50 persen anggaran pembangunan habis dikorupsi," kata Rizal Ramli, yang juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, di Denpasar, Rabu.

Ia menyampaikan itu di sela-sela menjadi pembicara dalam dialog bulanan bertema "Ekonomi Indonesia dan Bali, BBM Naik" yang diselenggarakan oleh Ashram Gandhi Puri, Denpasar.

"Para buruh yang mendapatkan bayaran sebesar upah minimum regional (UMR) akan sangat merasakan dampak kenaikan BBM, belum lagi sekitar 65 juta pengguna sepeda motor di negeri ini," ucapnya.

Ia tidak memungkiri bahwa bukan persoalan mudah juga untuk memberantas korupsi, apalagi terkait dengan persoalan pengelola miyak dan gas. Aparat menjadi tidak berani mengambil keputusan karena menerima sogokan dari mafia migas.

"Habisi mafia migas, karena mereka banyak menarik keuntungan dari impor minyak bumi dan minyak mentah di negara kita," katanya.(LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026