Denpasar (Antara Bali) - Wisatawan asing asal Belanda mengetahui lebih awal penyergapan lima perampok bank yang dicurigai hendak melakukan aksi terorisme di Bali.

"Sejak tadi malam saya dikabari oleh ibu saya dari Belanda bahwa ada penyergapan teroris di Bali," kata Ivone, wisatawan asal Belanda, saat ditemui di depan Bungalow 99, Jalan Danau Poso Nomor 58 Sanur, Denpasar, Senin.

Dia yang sedang berada di Ubud, Kabupaten Gianyar, mendatangi Bungalow 99 sebagai lokasi penyergapan teroris karena ingin membuktikan infomasi dari ibunya yang dikirimkan melalui surat elektronik.

Ivone pun menunjukkan surat elektronik (email) yang dilampiri naskah berita dari kantor berita Belanda tentang penyergapan teroris di Sanur.

Email dari ibunya itu diterima Ivone pada 18 Maret 2012 pukul 21.43 Wita atau selang dua hingga tiga jam sebelum media-media di Indonesia memberitakan penyergapan di Bungalow 99.

Ivone datang ke lokasi penyergapan itu, Senin sekitar pukul 09.30 Wita bersama seorang perempuan dan dua orang pria yang juga sama-sama wisatawan dari Belanda.

"Beberapa hari sebelumnya, saya menginap di Ubud. Mulai kemarin saya baru buka kamar di Sanur," katanya seraya menghidupkan mesin sepeda motor jenis matic untuk meninggalkan Jalan Danau Poso.(M038/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026