Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata di Timika, Kamis, mengakui Posko Satgas Aman Nusa di Kampung Banti 1 yang dijaga personel Brimob Polda NTT mendapat serangan tembakan diduga oleh KKB Kali Kopi pada malam Kamis dini hari bertepatan dengan malam pergantian tahun.
Baca juga: Polri tangkap lima terduga penyerangan anggota Brimob di Yahukimo
Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban.
"Kami sudah mendapat informasi sebelumnya bahwa kelompok ini akan melakukan teror penembakan pada malam pergantian tahun. Pasukan memang sudah disiagakan, jika terjadi penembakan maka sesegera mungkin dilakukan respon dan penindakan terhadap pelaku," kata AKBP Era Adhinata.
Pasca insiden penembakan itu, pihak kepolisian segera mengidentifikasi jejak para pelaku serta mengumpulkan barang bukti di sekitar lokasi kejadian, seperti selongsongan peluru.
Hingga kini, katanya, pasukan gabungan TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Amole, Satgas Aman Nusa dan Satgas Nemangkawi masih melakukan pengamanan di sekitar area Tembagapura untuk memastikan situasi kamtibmas di wilayah itu, terutama di area pertambangan PT Freeport tetap kondusif.
Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto mengakui pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.05 WIT terdengar enam kali bunyi letusan senjata api di sekitar Block C Kampung Banti 1.
Baca juga: 191 personel Brimob pulang ke Bali setelah BKO Polda Papua Barat
Personel Brimob Polda NTT yang melakukan pengamanan di lokasi itu segera membalas tembakan.
Setelah menerima informasi tersebut, AKP Hermanto bersama lima anggotanya segera menuju Kampung Banti 2 menggunakan kendaraan anti peluru.
Selanjutnya sekitar pukul 01.20 WIT terdengar lagi bunyi letusan senjata api di Kampung Banti 1 sebanyak 10 kali.
Dalam kondisi gelap gulita tersebut, sempat terjadi kontak tembak antara personel Brimob Polda NTT dengan KKB yang diduga berasal dari wilayah Kali Kopi di dataran rendah Mimika.
Pewarta: Evarianus SuparEditor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.