Badung (Antaranews Bali) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, akan menyinergikan sektor pertanian dan sektor pariwisata untuk dikembangkan di wilayah setempat.
"Kami akan wujudkan pertanian kontemporer, dengan penyiapan lahan pertanian yang baik dan lahan pertanian itu akan dijadikan destinasi pariwisata," ujar Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, di Mangupura, Sabtu.
Bupati Giri Prasta menjelaskan, pihaknya telah memiliki konsep dan pemikiran untuk menjadikan wilayah Badung Utara sebagai kawasan pengembangan sektor pertanian yang bersinergi dengan sektor pariwisata.
"Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Badung akan bekerja sama dengan masyarakat petani dengan lahan mencapai 500 hektare, sehingga petani menjadi komisaris. Nantinya kebutuhan hotel di Badung Selatan dapat disiapkan petani Badung Utara," katanya.
Ia mencontohkan, sinergi pertanian dan pariwisata dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti, pengembangan One Village One Product (OVOP), pembangunan kereta gantung serta membajak sawah dengan pola tradisional sehingga dapat menjadi atraksi wisata.
Selain melakukan sinergi pertanian dengan pariwisata. Pemkab Badung juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sektor pertanian setempat. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung 2018 dengan kegiatan pembekalan yang dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 5-8 Agustus ke Kabupaten Klaten dan Boyolali, Jateng.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan PIP tahun ini yang mengangkat tema tentang pertanian. Hal ini sejalan dengan visi dan misi serta prioritas pembangunan dan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan masyarakat," kata Giri Prasta.
PIP
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniartha menjelaskan, PIP merupakan agenda tahunan sebagai salah satu wujud kongkrit aktualisasi terbangunnya sinergi dan konektivitas antara pimpinan serta lingkup perangkat daerah di Badung dengan pers selaku mitra kerja strategis pemerintah dalam upaya transformasi dan desiminasi informasi publik.
"Kami memberikan kesempatan kepada insan pers untuk berperan serta dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan melalui sumbangsih pemikiran, ide dan saran yang dapat disampaikan dalam bentuk tulisan yang mendalam maupun informasi yang dapat disiarkan baik melalui media cetak, radio maupun TV, " katanya
Ia menambahkan, dipilihnya Klaten dan Boyolali sebagai objek kunjungan, karena kedua daerah ini telah bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berkaitan dengan budidaya padi varietas unggul hasil dari pemuliaan/radiasi sinar gamma.
"Klaten sudah direkomendasikan oleh Batan untuk program 'Agro Techno Park' yang berhasil memperkenalkan padi varietas unggul lokal serta dalam proses kerjasama pemuliaan varietas lokal Rojolele. Sementara Boyolali berhasil dalam penangkaran benih tingkat nasional," ujarnya. (ed)
Pewarta: Naufal Fikri YusufEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.