Denpasar (Antara Bali) - Produk kerajinan tas khas Bali tetap diekspor meskipun nilainya belum menggembirakan.

Kepala Seksi Ekspor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar, Selasa, mengatakan bahwa volume ekspor tas Bali selama Januari-Mei 2011 tercatat 109.276 buah senilai  228 ribu dolar AS.

Volume maupun nilai ekspor tas itu meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama 2010 yang mencapai 60.828 buah senilai 120 ribu dolar.

Ia menyebutkan, perajin terus memproduksi tas berbagai jenis dan ukuran yang disiapkan untuk pasar ekspor sebab pariwisata semakin cerah saat ini.

Kondisi parwisata berpengaruh terhadap realisasi ekspor aneka barang kerajinan Bali, yang naik 7,6 persen dari 81 juta dolar menjadi 87,2 juta dolar selama Januari-Mei 2011.

Aneka kerajinan Bali dipasarkan sedikitnya ke 77 negara namun yang terbesar dikapalkan ke Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, Australia serta beberapa negara Asia, tutur Bagiada.

Sementara itu, Murniati, pedagang aneka produk kerajinan di pasar oleh-oleh khas Bali di Denpasar mengatakan, para perajin terus berkreasi dalam memproduksi tas dengan mengubah bentuk, warna, dan  rancangan untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dan selera konsumen dalam dan luar negeri.

Tas buatan perajin Bali yang tidak laku di pasar luar negeri akan dijual kepada pelancong dalam negeri pada saat Lebaran nanti, katanya.

"Para perajin tetap memproduksi tas dari berbagai jenis bahan  seperti pandan, bambu, dan kain yang dipadukan dengan manik-manik, bordir dengan menyasar konsumen luar negeri terutama kaun wanita dan remaja putri," kata dia.

Tas Rara biola, tas kipas kecil coklat berukuran lebar atas 45 cm, lebar bawah 22 cm, tinggi 27 cm, dan ketebalan tas 9 cm dijual dengan harga rata-rata Rp100.000 per biji.




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026