Ketua Kelompok Nelayan Segara Batu Barak, Made Witama, Jumat mengatakan, dari total jumlah dana tersebut pihaknya baru menerima 70 persen.
Dana yang sudah cair itu sudah dipergunakan untuk membeli tiga unit mesin tempel 15 PK.
"Bantuan ini sangat meringankan beban nelayan, apalagi saat ini kondisi cuaca tidak menentu dan masih paceklik ikan," kata Witama.
Witama yang didampingi anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Golkar, Made Suardana menambahkan, nelayan di wilayahnya lebih banyak yang mencari udang lobster.
Dengan topografi laut yang banyak terdapat karang, memang potensial untuk dihuni oleh habitat udang lobster, meski dari sisi penangkapan nelayan harus lebih hati-hati karena jaring yang dipasang bisa robek tersangkut karang.
Meski mengalami beberapa kesulitan terkait kondisi alam, menurut Witama, nelayan tetap mencari lobster karena harganya yang cukup mahal.
Ia mengungkapkan, saat ini harga satu kilogram lobster mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jenisnya.
Dana bantuan itu sendiri merupakan dana hibah dari pemkab yang akan digulirkan untuk anggota kelompok.
Witama mengatakan, anggota yang meminjam dana itu akan mencicil dari 30 persen hasilnya selama melaut hingga lunas.
Ia berharap, ke depan Pemkab Jembrana terus memperhatikan kelompok-kelompok nelayan maupun petani mengingat, sebagian besar masyarakat Jembrana mencari nafkah di sektor tersebut.
"Selain itu kelompok-kelompok nelayan juga harus terus mendapatkan pembinaan agar terjadi peningkatan SDM," kata Witama.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.