Denpasar Tuan Rumah Puncak Festival Anti-Korupsi

Denpasar Tuan Rumah Puncak Festival Anti-Korupsi

Wali Kota Denpasar, Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (Antara Bali/I Made Surya/wdy)

Denpasar (Antara Bali) - Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan beberapa komunitas akan melaksanakan puncak "Festival Anti-Korupsi" di Kota Denpasar, Bali, pada 9 Desember mendatang.

"Festival Anti-Korupsi tersebut pertama kali diselenggarakan di Bali, dengan tujuan utama adalah mengurangi jumlah korupsi di Indonesia," kata Spesialis Madya Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Indraza Marzuki usai bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan "Festival Anti-Korupsi" sengaja melibatkan semua komunitas yang ada di Bali, agar komunitas tersebut yang menggelorakan anti-korupsi tersebut kepada seluruh komponen masyarakat.

Selain itu, kata Indraza, komunitas itu juga akan mengajak peran masyarakat, instansi pemerintah terkait untuk mengembangkan semangat anti-korupsi di Denpasar, dan di Bali pada umumnya.

Maka dari itu dalam kegiatan festival tersebut akan menampilkan fotografi, teater, puisi, mural, komik, poster, video art, jingle radio, majalah dinding, karya jurnalistik, cerdas cermat dan sebagainya.

Ia mengaku kegiatan ini sudah dilakukan di luar Bali sejak tahun lalu dengan kegiatan korupsi pesan (messenger), dan lokakarya dengan melibatkan komunitas.

Dengan dilaksanakan festival ini, Indraza berharap masyarakat bisa datang untuk melihat dan mengetahui lebih lanjut tentang korupsi, serta masyarakat bisa mengetahui peran sertanya untuk melawan korupsi di Indonesia dan di Bali.

"Setelah mengetahui mereka bisa memahami, dan ke depan bisa mendorong membantu mengatasi anti-korupsi," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anti-Korupsi 2017, I Nyoman Mardika mengatakan pihaknya dalam kegiatan ini menggandeng beberapa komunitas di Bali, antara lain Photography Community, Aji Denpasar, Bintang Gana, Luden House, Komunitas Seni Lawan Korupsi, Komunitas Rumah Sanur, Komunitas SAMAS Bali, Manikaya Kauci, dan Komunitas Hutan Film Festival.

"Masing-masing komunitas telah membuat kegiatan yang akan ditampilkan pada puncak acara 9 Desember mendatang," ujarnya.

Ia mengaku komunitas yang ikut serta dalam festival ini juga bertugas menyebarluaskan kepada publik tentang kegiatan ini. "Menyebarluaskan itu adalah tugas mereka, maka dari itulah kami mengajak komunitas dalam festival ini," ujarnya.

Ia juga berharap, pesan-pesan yang disampaikan melalui aksi para komunitas bisa disampaikan secara maksimal mulai dari taman kanak-kanak (TK).

"Menginformasikan cara mengatasi kami telah membuat berbagai kegiatan di sekolah, seka-teruna (kelompok pemuda dan pemudi) serta pejabat birokrasi. Sehingga bisa ditindaklanjuti tidak hanya sekadar wacana dan bagaimana proses pencegahan anti-korupsi itu sendiri," ucapnya.

Festival Anti Korupsi ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra karena kegiatan ini sangat bagus untuk mengurangi dan mengatasi anti-korupsi.

Rai Mantra meminta agar kegiatan ini dipublikasikan melalui Pro-Denpasar, sehingga masyarakat mengetahuinya dan bisa hadir menyaksikan kegiatan yang dilaksanakan dalam "Festival Anti-Korupsi" tersebut.

"Saya berharap kegiatan ini bisa disosialisasikan ke kelompok pemuda dan pemudi serta ibu-ibu PKK, karena mereka akan cepat menyebarkan informasi dari pintu ke pintu. Untuk memperlancar kegiatan ini, kami di Pemerintah Kota Denpasar siap membantu memfasilitasi," kata Rai Mantra. (WDY)