Bulog Jamin Stok Beras di Kabupaten Badung Aman

Bulog Jamin Stok Beras di Kabupaten Badung Aman

Ilustrasi - Dua pekerja mengangkut beras di sebuah distributor bahan pangan di Denpasar. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/nym/2011 (edm)

Mangupura (Antara Bali) - Ketersediaan stok beras di Kabupaten Badung, Bali, hingga empat bulan kedepan masih aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, karena saat ini tercatat stok beras di Bulog setempat mencapai 118,7 ton.

"Saat ini, stok beras di Gudang Bulog Desa Sempidi, Badung, masih aman dengan jumlah 118,7 ton," kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Kabupaten Badung, Wayan Witra, saat dihubungi di Mangupura, Sabtu.

Ia mengatakan, ketersediaan stok beras saat ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Badung telah menyusun program strategis untuk mengantisipasi kekurangan beras di daerahnya, sehingga ketersediaannya dapat mencukupi secara berkelanjutan.

Program yang telah dilakukan Pemkab Badung yakni meningkatkan luas tanam, meningkatkan frekuensi pengamatan hama penyakit di lapangan, melakukan gerakan stop-spot apabila ada serangan hama penyakit.

Selain itu, untuk ketersediaan stok gabah kering giling yang tercatat hingga Oktober 2017, di Badung tercatat mencapai 622,11 ton. "Untuk standar harga gabah kering panen dipetani saat ini kisaran Rp4.900 per kilogram, untuk harga gabah di penyosohan beras (PB) mencapai Rp5.000," ujarnya.

Untuk harga beras di Badung, kata dia, telah ditetapkan harga di PB kisaran harga Rp9.100 dan setelah dijual pengecer atau pasar tradisional ditetapkan harga Rp10.000 per kilogramnya.

Ia menerangkan, untuk konsumsi beras masyarakat Badung, rata-rata kisaran 7,65 kilogram per kapita per bulan. Dimana jumlah penduduk di Badung saat ini mencapai 464.622 jiwa. "Dari data ini, dapat dikatakan kebutuhan akan konsumsi beras di Badung mencukupi," ujarnya.

Wayan Witra menegaskan, untuk mengantisiapasi permainan harga beras yang dilakukan tengkulak di pasaran, Dinas Petanian Badung memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang siap melakukan upaya penanggulangan ini.

"Kami di Badung juga telah memilik dana untuk membeli gabah petani (Luep) yang kemudian dikelola Perpadi Badung untuk mengendalikan dan menstabilkan harga gabah saat terjadi lonjakan," ujarnya. (*)
Pewarta : Made Surya
Editor: Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2017