Pastika Ajak Tingkatkan Persatuan Maknai Hari Pahlawan

Pastika Ajak Tingkatkan Persatuan Maknai Hari Pahlawan

Ilustrasi - Gubernur Bali Mangku Pastika saat memimpin apel disiplin, di Denpasar. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017) (edm)

Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak semua komponen masyarakat di Pulau Dewata untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, dalam memaknai Hari Pahlawan.

"Jika kita mampu untuk bersatu sebagai satu bangsa, maka kita akan maju bersama-sama, membangun negara dan menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Pastika usai menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Puputan Margarana, di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang memiliki teritorial yang luas yang terdiri dari beribu pulau dan memilki ragam budaya serta kekayaan alam yang berlimpah, untuk menjadi sebuah bangsa yang besar maka diperlukan persatuan yang kokoh untuk membangun bangsa.

"Dengan adanya persatuan, maka kemerdekaan yang telah dihantarkan oleh para pahlawan akan dapat diisi dengan sebaik baiknya dalam mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur," ucap Pastika.

Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Bali mengatakan kemerdekaan yang diraih merupakan jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dia menambahkan, para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita bahwa kemerdekaan telah diraih, maka tahapan selanjutnya kita harus bersatu dan memasuki tahapan bernegara yakni berdaulat, adil dan makmur.

"Persatuan Indonesia memilki dua hal yaitu harapan dan pengorbanan. Harapan dan pengorbanan inilah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia," ujarnya.

Menteri Sosial juga mengemukakan dalam berbagai sejarah kepahlawanan mengisahkan tentang menyala-nyalanya api harapan yang menjadi pematik dari berbagai tindakan heroik yang mengagumkan.

Pada dasarnya, lanjut dia, setiap warga bangsa menyadari bahwa semua mewarisi konsepsi sebuah etos, sebuah niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa, dan inilah saatnya menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental positif dan konstruktif.

"Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka kita dapat menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan," katanya.

Apel Peringatan Hari Pahlawan ini turut dihadiri oleh Ayu Pastika, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cok Pemayun, Kepala OPD di lIngkungan Pemprov Bali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para veteran, aparatur sipil negara, para siswa serta undangan lainnya. (*)