Kemenpar Harapkan Pengembangan Pariwisata Perhatikan Keanekaragaman Budaya

Kemenpar Harapkan Pengembangan Pariwisata Perhatikan Keanekaragaman Budaya

Ilustrasi - Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9). Antara Foto/Fikri Yusuf/nym/2017. (edm)

Denpasar (Antara Bali) - Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Kementerian Pariwisata Frans Teguh mengatakan dalam pengembangan sektor pariwisata harus memperhatikan keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya setempat.

"Wisatawan yang datang ke Indonesia mencari sesuatu yang berbeda dengan negara lain, karena kita memiliki keanekaragaman kebudayaan, keunikan di masing-masing budaya serta keindahan panorama alam," kata Frans Teguh pada acara "Tourism Planning Forum : Tourism Design and Prototype Conference" di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Rabu.

Ia mengatakan kebutuhan dalam penguatan dan pembangunan kepariwisataan harus bertumpu pada keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya serta alam dengan tidak mengabaikan kebutuhan masa yang akan datang.

"Sehingga dengan langkah tersebut kami harapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang membawa manfaat pada kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang memiliki potensi objek wisata tersebut," ujarnya.

Menurut dia, potensi sektor pariwisata di Tanah Air sangat banyak, tetapi perlu perencanaan yang lebih mendasar dalam pengembangan pariwisata itu, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun asing.

"Kami optimistis semua daerah mampu mengembangkan sektor pariwisata itu. Sebab potensi alam, budaya beranekaragam menjadi sumber utama dalam pengembangan sektor tersebut. Terlebih di dukung pemasaran secara berkelanjutan," ucapnya.

Ia mengatakan mengatakan kegiatan konferensi tersebuy dalam rangka mendukung pembangunan kepariwisataan yang seimbang dan berkelanjutan sebagaimana telah diamanatkan Menteri Pariwisata melalui Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

"Kegiatan ini sebenarnya merupakan langkah Kementerian Pariwisata untuk mempertemukan para pakar pariwisata, perencana, desainer, ahli landscape, pengembang, pengusaha, dan budayawan guna bersama membahas isu-isu pariwisata dan permasalahannya dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata yang seimbang dan berkelanjutan," ucapnya.

Ia mengatakan kegiatan selama ua hari hingga Kamis (9/11) ini mengangkat tema "Sustainable Tourism" atau pariwisata berkelanjutan. Kementerian Pariwisata memperhatikan bahwa banyak pihak yang berkiprah pada area tersebut, dan telah menunjukan keberhasilan dalam mengembangkan suatu kawasan pariwisata mengusung keberlanjutan.

"Kegiatan ini diadakan juga sekaligus untuk menjawab tantangan dan kebutuhan dalam penguatan dan pembangunan kepariwisataan yang bertumpu pada keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam dengan tidak mengabaikan kebutuhan masa yang akan datang," katanya.

Ia mengharapkan pada konferensi tersebut dapat terjalin pertukaran informasi para peserta dan bentuk perencanaan, desain dan prototipe yang dapat menjadi model menyeluruhl untuk pengembangan destinasi pariwisata.

"Kami berharap pertemuan ini akan dapat saling bertukar pengalaman dalam pengembangan destinasi kepariwisataan di Tanah Air," katanya. (WDY)
?>