43 Hari di Posko Klungkung (23-9-2017--4-11-2017)

43 Hari di Posko Klungkung (23-9-2017--4-11-2017)

Kabiro LKBN Antara Bali Edy M Yakub (kiri) dan Fotografer Nyoman Budiana (tengah) saat berdiskusi terkait koordinasi peliputan teks, foto, dan video di Posko Antara untuk Gunung Agung di Klungkung (Posko Klungkung, 30/9/2017) (IST)

Ketika hadir dalam forum "Asean PR Conference" di Sunset Road, Kuta, Bali (22/9), Dirut Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengapresiasi upaya Tim LKBN Antara Biro Bali yang saat itu sedang Siaga terkait status Gunung Agung (saat itu masih berstatus Siaga atau H-1 perubahan status dari Siaga ke Awas).

"Silakan beli HT (handy talky) untuk mendukung komunikasi dan informasi (terkait kondisi siaga), kalau bisa beli secepatnya, Pak Edy bisa langsung beli sepulang dari sini (Sunset Road). Beli HT dengan kualitas barang yang terbaik," kata Dirut Antara yang akrab disapa Pak Dimas itu kepada Kabiro LKBN Antara Bali Edy M Yakub yang melaporkan kondisi Siaga di Biro Bali.

Jumat (22/9) pukul 19.55 Wita, fotografer Wira Suryantala menulis laporan "Flash" tentang meningkatnya status Gunung Agung dari "Siaga" menjadi "Awas". Dirut yang menerima laporan via Whatsapp/WA pun langsung merespons, "Harap disiapkan dan diperhatikan keperluan keluarga staf Antara. Jika ada yang bisa kami bantu mohon info".

Sabtu (23/9) pagi, situasi di Karangasem tampak hujan dan mendung. Selain itu, pengungsi pun makin banyak berdatangan ke Karangasem hingga menjadi "kota mati", karena ditinggalkan warganya. Sabtu (23/9) malam, Fotografer Nyoman Budiana langsung berkoordinasi untuk membuka Posko Antara untuk Gunung Agung di Wak Asih, Jalan Kenyeri, Klungkung, guna memudahkan peliputan dan koordinasi, karena pemantauan dari Kota Denpasar cukup jauh dan kurang efektif. Akhirnya, sejumlah pewarta pun bergerak ke Karangasem, diantaranya Dewa Wiguna (Sabtu), Made Surya (Minggu), dan Pande Yudha/Fikri (Minggu-Senin). Antara Bali pun menyewa dua kamar untuk posko tahap pertama.

Minggu (24/9), Tim Antara untuk Gunung Agung mulai melibatkan IMB Andi Purnomo dari Buleleng dan Redaktur I Ketut Sutika serta Nyoman Aditya untuk memberi "back up" pada tim/posko itu, termasuk dukungan masker. Koordinasi dengan Dewan Redaksi Antara di Jakarta pun dilakukan, termasuk kemungkinan "back up" dari Jakarta atau Biro Jatim (biro terdekat) bila terjadi "emergency". Mulai Senin (25/9), pemberitaan dan foto dari Tim Antara di Posko Klungkung pun "menghiasi" sejumlah media massa nasional dan internasional, sehingga Dirut pun menekankan untuk "Berikan Yang Terbaik untuk Teman-teman (di posko)".

Selasa (26/9), Presiden Jokowi yang menghadiri acara di Nusa Dua (pertemuan rektor se-Indonesia terkait radikalisme di kampus) langsung ke posko pengungsian di Buleleng dan Klungkung. Rabu (27/9), Mensos Khofifah dan Konsul RRT Hu Yinquan juga ke posko pengungsian Posko Utama di Tanah Ampo. "Saya sering perhatikan foto dan tulisan teman-teman dari Gunung Agung, kalau posko mau dilanjutkan terserah pada biro," kata Dirut saat menandatangani "Tjatranata Certificate" disela-sela Rakernas LKBN Antara 2017 di Jakarta (3-7/10).

Posko Klungkung itu diputuskan buka sampai ada penurunan status (dari Awas menjadi Siaga). Minggu (29/10), Redaktur Senior I Ketut Sutika melaporkan penurunan status Gunung Agung dari "Awas" menjadi "Siaga", namun Biro Bali tetap membuka posko hingga Sabtu (4/11) untuk memantau prosesi Hari Raya Galungan di kawasan Gunung Agung yang dilakukan IMB Andi Purnomo dan Fikri Yusuf. "Posko Klungkung yang WA (whatsapp) tetap jalan," ujar Nyoman Budiana yang selama 43 hari mengoordinasikan posko yang menegangkan itu. Ya, menegangkan, karena erupsi Si "Gunung Dewa" itu pun masih misteri... (*)
Pewarta :
Editor: Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2017

?>