Namun, faktor ambil untung menahan laju mata uang AS setelah dalam beberapa hari terakhir ini berada dalam tren penguatan," kata Kepala Riset Monex Investndo Futures Ariston Tjendra.
Ia mengatakan nilai tukar dolar AS juga dibayangi oleh perdebatan di kalangan Partai Republik mengenai reformasi pajak, yang membuat pelaku pasar khawatir sehingga menahan akumulasi dolar AS.
"Dolar AS mendapat tekanan karena anggota parlemen AS. Rencana reformasi pajak itu akan menghasilkan potongan pajak sebesar 6 triliun dolar AS selama 10 tahun," katanya.
Sentimen dari keputusan Presiden Amerika Serikat memilih Jerome Powell sebagai Ketua The Federal Reserve selanjutnya, menurut dia, juga turut menahan pergerakan dolar AS karena Powell dianggap sebagai figur yang kurang hawkish dibandingkan kandidat lainnya.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa pemberitaan mengenai pemilihan Powell sebagai kandidat pengganti Janet Yellen membuat laju dolar AS cenderung tertahan.
Sementara di dalam negeri, dia menjelaskan, fokus akan tertuju pada kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur pada 15-16 November, yang diharapkan menghasilkan kebijakan yang dapat menjaga pasar serta pertumbuhan ekonomi nasional. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi Mahrofi: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.