HIV/AIDS di Badung Capai 2.695 Orang

HIV/AIDS di Badung Capai 2.695 Orang

Ilustrasi - Dua wisatawan asing berjemur di samping baliho kampanye pencegahan HIV/AIDS di Pantai Kuta, Bali beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/nym/2013.)(edm)

Mangupura (Antara Bali) - Temuan kasus orang dengan terinfeksi penyakit HIV/AIDS di Badung, Bali, tercatat mencapai 2.695 kasus yang terdiri dari penyakit HIV sebanyak 1.602 kasus dan penyakit AIDS sebanyak 1.093 orang.

Wakil Bupati Badung, Bali, I Ketut Suiasa dalam acara audiensi publik di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Selasa, mengatakan penyebaran HIV merupakan ancaman bagi seluruh masyarakat di dunia, bukan hanya ancaman untuk masyarakat Badung saja.

"Untuk itu, perlu adanya tindakan bersama-sama untuk mengendalikan penyebaran HIV/AIDS," ujarnya.

Ia mengaku, pemerintah tidak akan berhasil menyetop penyebaran HIV tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Saya mengharapkan dalam pertemuan ini dapat merumuskan pola untuk mengendalikan penyebaran HIV AIDS sehingga dapat diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung," ujarnya.

Suiasa mengatakan, pengungkapan kasus HIV-AIDS ini merupakan bukti nyata keberhasilan KPA Badung mengungkapkan temuan kasus penyakit ini.

"Apabila ini tidak dapat diungkap, maka masyarakat tidak akan pernah mengetahui dan waspada sudah banyak kasus HIV/AIDS ini menjangkit di Badung. Bisa dibayangkan jika banyak kasus HIV AIDS ini tidak terungkap akan seperti apa jadinya," kata Suiasa yang juga selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Badung.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berkomitmen menghindari hal-hal yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS dan menciptakan pola perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam acara pertemuan dengan Pemangku Kebijakan Terkait Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Layanan Konprehensip Berkesinambungan-Strategic Use For ARV (LKB-SUFA) ini, pihaknya mengungkapkan kasus ini merupakan data yang dihimpun hingga Juli 2017.

Sementara itu, Sri Mayastuti yang mewakili Kadis Kesehatan Kabupaten Badung mengatakan, tujuan dari pertemuan ini untuk memberikan masukan kepada para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan agar dapat memberikan dukungannya serta ikut berperan aktip dalam program penanggulangan TB-HIV di Kabupaten Badung sesuai dengan kewenangannya.

"Dari pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan sebuah komitmen kesepakatan bersama mewakili seluruh komunitas yang yang tergabung dalam jaringan nasional dan seluruh pegiat TB-HIV Kabupaten Badung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TB-HIV di Kabupaten Badung," ujarnya. (WDY)