Luhut: TPA Suwung Dijadikan Sumber Tenaga Listrik

Luhut: TPA Suwung Dijadikan Sumber Tenaga Listrik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wdy)

Denpasar (Antara Bali) - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah sudah merencanakan pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung Kota Denpasar, Bali untuk dimanfaatkan menjadi sumber tenaga listrik.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait untuk membahas keberadaan TPA Suwung untuk ditenderkan kepada investor dalam pengolahan sampah menjadi sumber tenaga listrik," kata Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan di sela meninjau KRI Banjarmasin di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis sore.

Ia mengatakan langkah pemanfaatan sampah tersebut dalam upaya mengurangi polusi bau busuk di sekitar kawasan tersebut, terlebih berdekatan dengan kawasan pelabuhan marina di Pelabuhan Benoa, yang saat ini sudah tahap persiapan mulainya proyek pembangunan pada 18 September 2017.

"Jadi, sampah di TPA Suwung akan diolah pemenang tender dari perusahaan tersebut untuk dijadikan sumber tenaga listrik. Disamping itu diharapkan juga bisa diolah menjadi pupuk untuk membantu masyarakat petani di Bali dan sekitarnya," ujarnya.

Luhut Pandjaitan mengatakan dalam tender ini sangat terbuka. Dan diharapkan begitu pemenang tender menang harus langsung bekerja sesuai dengan perencanaannya.

"Tidak seperti pemenang yang terdahulu, sampai habis kontrak tidak menunjukkan hasilnya. Jadi diharapkan pula sebelum kegiatan konferensi IMF tahun 2018 sudah bisa jalan terkait penanganan TPA Suwung. Hal ini juga sudah berkoordinasi dengan Pemda di Bali," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Denpasar sudah berupaya untuk mengatasi TPA Suwung dengan melakukan langkah menggunakan sistem "Sanitary Landfill" atau menumpuk sampah di lahan cekung dan memadatkan sampah dengan menutup menggunakan median tanah.

Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan pengurugan tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat pada hasil rapat dengan masing-masing "prajuru desa" (pengurus adat) dan masyarakat yang tinggal di wilayah TPA Suwung. Aspirasi masyarakat mendukung Pemkot dalam pengelolaan sampah dapat menggunakan teknologi yang tepat.

Pemkot Denpasar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung yang tergabung dalam Pemda Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) menyiapkan 200 truk tanah untuk menimbun pinggiran tumpukan sampah yang ada di TPA Suwung. (WDY)