Konsul Jenderal RRT Mempromosikan Pariwisata Bali

Konsul Jenderal RRT Mempromosikan Pariwisata Bali

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Bali Hu Yinquan menerima cendera mata berupa video profil Perum LKBN Antara dari Kepala Biro Perum LKBN Antara Bali Edy M. Yakub saat berkunjung ke Kantor Antara Bali di Denpasar, Selasa (22/8). (Anta

Denpasar (Antara Bali) - Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Bali Hu Yinquan mengatakan pihaknya sudah mempromosikan pariwisata Pulau Dewata kepada warganya, karena kemiripan seni dan budaya antara Bali dengan Tiongkok.

"Kami sudah melakukan promosi pariwisata kepada warga kami agar berlibur ke Bali, sebab Pulau Dewata memiliki banyak objek wisata dan seni budaya yang perlu diketahui masyarakat Tiongkok," kata Yinquan saat berkunjung ke Kantor LKBN Antara Bali di Denpasar, Selasa.

Menurut diplomat yang bertugas di Bali sejak tahun 2015 itu, Bali memiliki kemiripan seni dan budaya dengan Tiongkok, karena itu ada semacam kewajiban bagi masyarakat Tiongkok untuk berkunjung ke Bali.

"Hal itu sudah kami sampaikan kepada pemerintahan kami di Tiongkok, termasuk potensi daerah maupun produksi yang berpeluang dipasarkan di Bali maupun Indonesia," ujarnya.

Yunquan mengatakan saat bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, pihaknya juga sudah menawarkan kerja sama di bidang infrastruktur berteknologi canggih dan pariwisata.

"Kami juga sudah menawarkan pembangunan bidang infrastruktur seperti pembangunan kereta api keliling Bali. Jika ini bisa diwujudkan di Pulau Dewata akan memudahkan transportasi dan bepergian kemana saja dengan cepat. Wisatawan pun akan terlayani aksesnya ke objek wisata dengan cepat pula," ujarnya.

Begitu juga di sektor pariwisata, kata Yinquan, pihaknya juga sudah menawarkan kerja sama promosi pariwisata antara Bali dengan Tiongkok, termasuk juga kesiapan membantu pelatihan bahasa Mandarin bagi pramuwisata.

"Kami juga sudah menawarkan pelatihan pramuwisata khusus bahasa Mandarin kepada pemerintah dan instansi terkait di Bali. Karena kunjungan wisatawan dari negara kami ke depannya akan terus meningkat, terlebih juga jalur penerbangan semakin terbuka," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada tahun 2016, kunjungan wisatawan asal negara Tiongkok yang berada di peringkat kedua setelah Australia melonjak 43,91 persen dari 688.469 orang menjadi 990.771 wisatawan.

Dalam kunjungan untuk menjalin kerja sama itu, Konsul Jenderal RRT itu juga menegaskan bahwa kerja sama yang sudah terjalin dengan berbagai pihak di Bali itu penting untuk mendorong saling pengertian masyarakat Tiongkok kepada Bali dan sebaliknya.

"Ada dua provinsi di negara kami yang sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Bali, bahkan kerja sama di tingkat universitas dengan sejumlah universitas di Tiongkok juga sudah terjalin. Untuk kalangan industri juga begitu, nah sekarang saya ke sini (Antara) untuk tujuan yang sama," katanya. (WDY)