Selasa, 17 Oktober 2017

Puluhan Layang-Layang "Kedis Celepuk" Mengudara di Denpasar

| 1.034 Views
id layang-layang, Kedis Celepuk, ST Bhuana Putra, bali visit
Puluhan Layang-Layang
ILUSTRASI - Warga menyaksikan layang-layang jenis Janggan raksana atau nagaraja berukuran raksasa saat festival layang-layang 2017 di Sanur, Bali, Minggu (23/7). ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wdy/2017. (edm)
Denpasar (Antara Bali) - Puluhan layang-layang "Kedis Celepuk" (burung hantu) bernuansa merah putih mengudara di atas langit Desa Penatih Dangin Puri, Kota Denpasar, Bali.

Ketua Sekaa Teruna (Pemuda Pemudi) Bhuana Putra Banjar Buaji, Kota Denpasar Made Sugita Yasa, di Denpasar, Minggu, mengatakan pihaknya menyelenggarakan perlombaan layang-layang yang bertema "Kedis Celepuk" dengan harapan semua warga melestarikan burung tersebut.

"Kegiatan perlombaan yang baru pertama kali ini digelar untuk peringatan HUT Ke-35 ST Bhuana Putra yang sekaligus menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

Ia mengatakan setiap harinya puluhan hingga ratusan layangan yang didominasi "Kedis Celepuk" menghiasi langit di desa tersebut. Dan kali ini corak warna dan rancang bangun layangan itu dikombinasikan dengan warna merah putih.

"Tema yang kami angkat berkaitan juga dengan lingkungan, yaitu melestarikan burung hantu yang selama ini keberadaannya mulai punah. Lewat lomba layang-layang tersebut sebagai upaya menggugah warga agar melestarikannya," ujarnya.

Sugita Yasa lebih lanjut mengatakan dalam lomba kali tidak ada sistem penilaian. Untuk menentukan juara lakukan sistem pengundian yang disaksikan oleh peserta lomba.

Dikatakan, lomba ini bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan hadiah, tetapi merupakan suatu kegiatan untuk membangkitkan semangat generasi muda di dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk juga menjaga NKRI serta semangat perjuangan para pahlawan yang dipadukan melalui seni budaya kearifan lokal di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya.

"Kami berharap dari kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang kreatif dalam menciptakan karya layangan, dan yang terpenting dapat menumbuhkan semangat perjuangan dan melestarikan seni budaya yang kita miliki," ujar Sugita.

Sementara seorang pecinta layangan, Nyoman Sumerta dari Banjar Buaji mengatakan kegiatan ini sangat menarik untuk mengajak generasi muda semakin cinta terhadap seni budaya lokal dan membangkitkan kembali semangat perjuangan para pahlawan kemerdekaan RI.

"Kegiatan ini merupakan ajang rekreasi untuk masyarakat yang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan dan meningkatkan rasa kebersamaan," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga