Selasa, 17 Oktober 2017

BPJS Denpasar Sasar Pekerja Angkutan "Online"

| 3.341 Views
id bpjs ketenagakerjaan, jaminan sosial, tenaga kerja, pekerja imigran, buruh migran
BPJS Denpasar Sasar Pekerja Angkutan
Seorang petugas sedang mendaftarkan pengemudi angkutan online menjadi peserta jaminan sosial di Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (30/7). (Foto Antara Bali/Dwa/2017)
Denpasar (Antara Bali) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Denpasar, Bali membidik peningkatan jumlah peserta dari kategori bukan penerima upah salah satunya para pengemudi angkutan dalam jaringan (online). 

 "Kami memang harus datang, terjun langsung kepada mereka dan langsung diberikan informasi sehingga mereka tahu manfaatnya," Kata Kepala Bidang Pemasaran Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Denpasar I Ketut Arja Leksana ketika sosialisasi jaminan sosial di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Minggu. 

 Salah satu pengemudi angkutan dalam jaringan (daring) yang disasar adalah Grab yang memiliki jumlah pengemudi cukup banyak di Bali baik ojek motor dan mobil dengan potensi kepesertaan diperkirakan mencapai 2.000 orang. 

 Dari jumlah potensi tersebut, sekitar 450 orang di antaranya langsung mendaftar sebagai peserta dengan langsung membayar iuran sebanyak enam bulan sekaligus. 

 Selain pengemudi angkutan dalam jaringan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyasar pekerja bukan penerima upah dari sektor informal salah satunya para pedagang di pasar di tiga desa yakni Sesetan, Dangin Puri Kangin dan Ubung Kaja. 

 Selain itu, lanjut dia, di pusat perbelanjaan yakni Tiara Dewata dan di Pasar Kumbasari Denpasar dengan potensi kepesertaan di pasar itu yang diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang. 

Dengan adanya penambahan peserta maka diharapkan dapat memenuhi target jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Denpasar mencapai 30 ribu hingga akhir tahun 2017. Untuk itu pihaknya akan lebih intensif melakukan pendekatan kepada asosiasi yang menaungi para pekerja untuk mengajak mereka mendaftar para pekerja jaminan sosial. 

 "Kami sasar wadah seperti asosiasi agar koordinatornya mengingatkan kepada anggota agar rutin bayar iuran," ucapnya. Arja lebih lanjut mengatakan koordinasi dengan asosiasi juga diharapkan mendorong kesadaran pekerja khususnya bukan penerima upah untuk taat bayar iuran. 

Jumlah peserta dari pekerja bukan penerima upah di cabang Denpasar mencapai sekitar 16.800 orang. Dari jumlah tersebut, peserta yang aktif mencapai sekitar 6.800 orang dengan 60 persen di antaranya tepat waktu saat membayar iuran. "Kalau pekerja bukan penerima upah itu tergantung kesadaran mereka sedangkan pekerja penerima upah otomatis dipotong gaji, " ucapnya. (Dwa) 

Editor: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2017