Selasa, 24 Oktober 2017

Klungkung Gelar Ritual di Pura Dalem Puri Besakih

| 1.027 Views
id besakih, pura besakih, Ngaturan Bakti Penganyar, pura dalem puri, pemkab klungkung
Klungkung Gelar Ritual di Pura Dalem Puri Besakih
Bupati Klungkung, Bali I Nyoman Suwirta beserta Wakilnya I Made Kasta dan pimpinan OPD melakukan kegiatan ritual "Ngaturan Bakti Penganyar" di Pura Dalem Puri Besakih, Kabupaten Karangasem. (Humas Pemkab Klungkung)
Semarapura (Antara Bali) - Bupati Klungkung, Bali I Nyoman Suwirta beserta Wakilnya I Made Kasta dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat melakukan kegiatan ritual "Ngaturan Bakti Penganyar" di Pura Dalem Puri Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu.

Hal itu sehubungan kegiatan ritual berskala besar "karya Pamlaspas", "Nubung Pedagingan" dan "Ngenteg Linggih" yang dipimpin tujuh pendeta (Sulinggih) dengan mempergunakan bebantenan "Caru Manca Sanak".

Pura Dalem Puri Besakih merupakan tempat suci berstana Bhatari Durga. Umat Hindu seusai mengadakan Upakara Pitra Yadnya, yakni "ngaben" dan "Memukur" atau "Ngeroras" biasanya ke Pura Dalem Puri untuk "Mendak" dan "Nuntun Sang Pitara" untuk distanakan di tempat suci keluarga masing-masing (sanggah/pemerajan).

Di areal Pura Dalem Puri disamping ada pelinggih atau bangunan suci tempat memuja Tuhan sebagai Batari Uma Dewi ada juga areal yang letaknya di luar pembatas pura yang disebut "Tegal Penangsaran" simbol "Neraka Loka".

Pura Dalem yang ada di dalam tembok pembatas tempat suci merupakan simbol Sorga. Sedangkan di luarnya yang disebut "Tegal Penangsaran" simbol Neraka.

Roh orang yang dalam kehidupannya di dunia ini lebih banyak melakukan dharma (kebaikan) dari pada adharma (keburukan) akan diterima di Pura Dalem Puri. Sedangkan roh orang yang selama hidupnya di dunia lebih banyak melakukan adharma (kejahatan) akan masuk neraka yang disimbolkan atau divisualisasikan dengan Tegal Penangsaran.

Bupati Suwirta beserta rombongan menghaturkan ritual "bakti penganyar" agar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali dan

Klungkung mendapatkan kerahayuan dan semoga Upacara Karya ini berjalan lancar.

Kegiatan ritual tersebut berlangsung selama 22 hari hingga 30 Juli 2017 yang diharapkan seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat setempat itu bertujuan untuk memohon berkah dari Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa agar kita semua diberikan kesejahteraan, kesehatan, kesucian, kedamaian dan keseimbangan alam semesta beserta isinya.

Selain itu memohon keselamatan dan kemakmuran alam semesta beserta segala isinya, karena Pura Dalem Puri Besakih merupakan tempat berstananya "Bhatari Durga" yang dulu dinamai Pura Dalem Kedewatan. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga