Selasa, 17 Oktober 2017

Layangan Sempat Padamkan Aliran Listrik PLN di Sanur

| 1.593 Views
id listrik padam, pln bali,
Layangan Sempat Padamkan Aliran Listrik PLN di Sanur
ILUSTRASI - Aliran listrik di kawasan Nusa Dua yang terganggu karena layangan. Tampak layangan yang berada di sekitar jaringan milik PLN. (FOTO ANTARA/Humas PLN Distribusi Bali/11)(e011)
Denpasar (Antara Bali) - Asisten Manager Pemeliharaan dan Aset, Area Pelaksana Pemeliharaan PT PLN Bali, Budi Suniapati mengungkapkan, aliran listrik sempat padam akibat gardu induk tertimpa layang-layang atau layangan di kawasan Sanur, Kota Denpasar.

"Aliran listrik sempat padam pada Jumat karena gardu induk di Sanur tertimpa layang-layang dengan panjang dua meter. Sehingga menyebabkan padamnya pembangkit yang ada di Pesanggaran sebanyak empat unit selama setengah jam," kata Budi Suniapati di Denpasar, Jumat.

Hal itu menebabkan kerugian material dan kerugian yang dialami konsumen seperti rumah sakit yang membutuhkan aliran listrik untuk pasien gawat darurat.

Ia mengatakan, PLN pada Juli ini telah empat kali mengalami gangguan sebagai akibat layangan yang putus lantas menimpa jaringan listrik PLN. Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat yang kerap bermain layang-layang agar main di wilayah yang bebas dari jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV.

"Bermain layangan silakan, tapi jangan dekat jaringan apalagi menginapkan layang-layang karena sangat berbahaya bagi keandalan kelistrikan di Bali," ujar Budi didampingi humasnya Gusti Ketut Putra.

Budi menjelaskan dengan kejadian tersebut pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan perbaikan jaringan listrik yang rusak hingga bisa beroperasi kembali sebagaimana biasa.

"Walau aturan bermain layangan telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 18 tahun 2015 tentang Bahayanya Bermain Layang-Layang di sekitar Jalur Tegangan Tinggi, namun Permen tersebut rupanya kurang tersosialisasikan dengan baik, akibatnya banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat.

Dalam Permen tersebut juga disebutkan soal sanksi bagi yang melanggar, namun demikian saat ini pihaknya masih dalam tahap pemberian informasi kepada warga masyarakat karena tidak semua daerah tahu tentang peraturan tersebut.

"Dari Permen ESDM memang menyebutkan soal sanksi bagi yang melanggar, namun kami belum menerapkannya karena kami masih berikan pemahaman pada warga masyarakat," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga