Kamis, 19 Oktober 2017

Kebun Raya Bedugul Kembangkan Aplikasi "Smart Garden"

| 1.619 Views
id kebun raya, kebun raya bedugul, taman raya, hutan lindung, wisata hutan, bali visit
Kebun Raya Bedugul Kembangkan Aplikasi
Kebun Raya Bali Pengunjung menikmati panorama Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Tabanan, Bali, Sabtu (9/1). Kebun raya seluas 157,7 hektare yang memilki lebih dari 2.100 jenis dan 18.000 spesimen tumbuhan dari pegunungan kawasan Indonesia Timur tersebut
Monumen tersebut terdiri dari lima piramida yang disusun dari batu-batu yang terbawa longsoran, melambangkan bukit atau gunung sebagai sumber air yang perlu kita jaga kelestariannya
Denpasar (Antara Bali) - Kebun Raya Eka Karya Bedugul di Kabupaten Tabanan mengembangkan aplikasi "smart garden" untuk menunjang pelayanan kepada pengunjung.

"Kami juga mengikuti perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang pelayanan publik," kata Kepala Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bayu Adjie di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, `Smart Garden` merupakan aplikasi berbasis android yang dirancang untuk mempermudah pengunjung menemukan tempat menarik atau "poin of interest" yang ada di kebun raya itu.

Pengembangan aplikasi itu, kata dia, menandai peringatan hari jadi ke-58 Kebun Raya Eka Karya Bedugul di Tabanan itu.

Bersama dengan LIPI, pihaknya tetap konsisten pada komitmennya untuk menjadi lembaga konservasi tumbuhan yang berkontribusi menyelamatkan berbagai tumbuhan yang sudah mulai langka.

Memaknai hari jadi itu, pihaknya juga melakukan penandatanganan kerja sama antara LIPI dengan Universitas Gunadarma, dan LIPI dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja terkait penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, juga dilakukan penandatangan kerja sama dengan BRI Cabang Tabanan dalam pemanfaatan teknologi perbankan untuk meningkatkan pelayanan bagi pengunjung, ujar Bayu.

Pada kesempatan tersebut dihadiri para kepala serta perwakilan dari Kebun Raya Bogor, Purwodadi (Pasuruan) dan Cibodas serta perwakilan dari Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI).

Kebun Raya Eka Karya juga meresmikan Monumen Svaha Bhumi yang didirikan untuk mengenang bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

Monumen tersebut terdiri dari lima piramida yang disusun dari batu-batu yang terbawa longsoran, melambangkan bukit atau gunung sebagai sumber air yang perlu kita jaga kelestariannya.

Dalam bahasa Sansekerta, "Svaha" berarti semoga dikabulkan, yang diucapkan untuk sebuah doa yang tulus dan ikhlas.

Sedangkan "Bhumi" berarti tanah atau pertiwi, tempat berpijak sehingga "Svaha Bhumi" diartikan sebagai pengharapan yang tulus agar bumi tetap lestari. (WDY/Dwa)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga