Undiksha Optimalkan Pemahaman Tata Kelola Sarana Prasarana

Undiksha Optimalkan Pemahaman Tata Kelola Sarana Prasarana

Sosialisasi tata kelola sarana dan prasarana di Rektorat Undiksha, Singaraja, Bali. (antara foto/bagus/2017)

Singaraja, (Antara Bali) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali, terus mengoptimalkan pemahaman tata kelola sarana dan prasarana perguruan tinggi setempat guna meningkatkan layanan kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

"Kami menggelar sosialisasi tata kelola sarana prasarana mengundang pejabat Kemenristekdikti pada dasarnya ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan di kalangan praktisi kelembagaan yang ada," kata Wakil Rektor II Undiksha, Prof Dr Wayan Lasmawan MPd, di Rektorat Kampus Undiksha, Jumat.

Ia mengatakan selama ini banyak diantara pegawai dan pengelola lembaga belum paham optimal mengelola sarana prasarana yang ada di perguruan tinggi itu.

Melalui kegiatan tersebut, Lasmawan menambahkan, Undiksha diharapkan dapat memiliki "bergainning power" dalam rangka pemenuhan kepuasan masyarakat.

"Kami undang langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sarana dan Prasarana Kemenristekdikti agar dapat memberikan pemahaman maksimal kepada kami semua di Undiksha," papar dia.

Undiksha, kata dia, sudah memiliki Badan Layanan Umum (BLU) dimana ke depan diharapkan terus dapat meningkatkan kemampuan manajerial. Salah satu yang diharapkan yakni dapat menemukan sumber-sumber pendapatan baru.

"Dua tahun terakhir ini, Undiksha masih belum dapat melakukan pembangunan fisik khususnya dan pengadaan sarana prasarana pendidikan," jelasnya.

Akademisi asal Kabupaten Bangli itu pun berharap Undiksha kedepan dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai sarana prasarana itu sendiri. "Saya tidak ingin ada ego sektoral dalam hal sarana prasarana di Undiksha. Dalam bahasa saya, tidak boleh ada rasa memiliki baik personal dan regional karena pada dasarnya sarana prasarana merupakan milik negara," tutur dia.

Lasmawan lebih lanjut mengungkapkan, Undiksha juga telah memiliki sistem antar jaringan (daring) pengelolaan sarana prasarana terintegtasi dengan Kemenristekdikti yang dikenal dengan Sistem Maksimal Barang Milik Negara (Simak BMN). "Sistem tersebut diharapkan dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait kepemilikan aset negara," tuturnya melengkapi.

Di sisi lain, dalam hal perkualiahan mahasiswa, Undiksha dua tahun terakhir ini mengalami lonjakan signifikan terkait penerimaan mahasiswa baru di kampus pendidikan terbesar di Pulau Dewata itu.

"Kami sudah berkeliling dengan Direktur Sarana Prasarana dan berharap ada perhatian lebih karena dua tahun terakhir memang belum ada pembangunan fasilitas perkuliahan," demikian Lasmawan. (bgs)