Singaraja (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Buleleng akan membangun bendungan terbesar di Bali yaitu di Desa Titab, Kecamatan Busungbiu pada 2011, untuk kepentingan irigasi pertanian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Ketut Gegel Ariadi di Singaraja, Rabu mengatakan, dana awal pembangunan bendungan tersebut dipersiapkan sebesar Rp19 miliar berasal dari dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Proyek ini akan menggunakan lahan seluas 138 hektare dan menjadi bendungan terbesar di Bali  yang nanti akan digunakan untuk mengairi kawasan persawahan seluas 1.794 hektare, seperti di Kecamatan Seririt, Busungbiu, dan Gerokgak," katanya.

Gegel menjelaskan, proses awal yang saat ini sudah dilakukan adalah pembentukan panitia pembangunan yang kini telah bekerja melakukan rapat-rapat perencanaan untuk menentukan titik lokasi.

Pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare pada 2010 dan rencananya digunakan sebagai dasar dari bendungan tersebut.

"Selanjutnya, akan ada tahapan pembebasan lahan seluas 19 hektare yang akan dijadikan areal inti dari bendungan. Dananya sudah siap," kata Gegel.

Terkait dana awal sejumlah Rp19 miliar, pejabat yang akan mengakhiri masa dinasnya mulai 1 Mei 2011 ini mengatakan berasal dana Pemerintah Provinsi Bali turun sekitar Rp4 miliar.

"Dana sebesar Rp10 miliar datang dari APBN serta sisanya merupakan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) induk milik pemerintah kabupaten," katanya.

Mengenai harga tanah di lokasi itu, ia mengatakan, ada patokan yang sudah ditentukan dan menjadi kesepakatan serta kajian tim yakni Rp10 juta/are atau per 100 meter persegi.

Ia menjelaskan bahwa bendungan yang berada di wilayah Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Seririt tersebut meliputi Desa Ularan, Desa Ringdikit, Desa Busungbiu, dan Desa Titab.

"Kami merencanakan akan ada budi daya ikan air tawar serta dirancang pula untuk pembuatan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 2 megawatt," ujar Gegel.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026