Denpasar (Antara Bali) - Tim sukarelawan Hari Hening Se-Dunia atau "World Silent Day" (WSD), Minggu, berhasil mengumpulkan sekitar 1.000 tanda tangan dari warga Kota Denpasar yang berada di sekitar Monumen Perjuangan Bajra Sandi, Lapangan Puputan Renon.

Catur Yudha Haryani, salah seorang relawan WSD menyampaikan bahwa dukungan berupa tanda tangan tersebut akan digunakan , sebagai bentuk dukungan untuk diajukan ke PBB agar nantinya ada hari Hening Se-Dunia.
    
"Sebanyak 25 sukarelawan dikerahkan untuk mengumpulkan dukungan itu. Mereka disebar di sekitar Lapangan Renon,"  katanya.
    
Dia mengatakan, selain mencari dukungan, tim sukarelawan juga memberikan informasi tentang kegiatan WSD yang akan dilaksanakan di depan Kantor Gubernur Bali, Senin (21/3).
    
Bentuk kegiatanya adalah  membuat origami atau keterampilan membuat keterampilan berbentuk burung dari kertas daur ulang yang dalam tradisi Jepang melambangkan harapan dan kedamaian.
    
Aksi tersebut bertujuan untuk mendoakan Jepang atas bencana yang telah dialami serta menggugah para pemimpin dunia untuk lebih bijaksana dalam mengatur lingkungan.
    
Selain memberikan informasi kepada warga, pada kesempatan itu masyarakat diberikan hiburan berupa pertunjukkan seni dari seniman yang berasal dari Blora, Jateng.
    
Dua orang seniman asal Blora itu menyuguhkan tarian tradisional yang menyimbolkan tentang keheningan di dunia. Simbol keheningan itu ditunjukkan dengan tarian yang bergaya teaterikal.
    
Sementara dukungan acara yang akan dilaksanakan 21 Maret itu terus mengalir, tidak hanya dari instansi pemerintah, tapi juga berbagai kelompok dan lapisan masyarakat di berbagai daerah.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026