Dirjen Bimas Hindu : Upacara Metatah Massal Bermakna "Memanusiakan Manusia"

Dirjen Bimas Hindu : Upacara Metatah Massal Bermakna

Dirjen Bimas Hindu, Prof I Ketut Widnya ketika memberikan sambutan pada acara metatah massal umat Hindu di Sulawesi Tengah dipusatkan di Kota Palu serangkaian Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-71.(ANTARA FOTO/bagus/wdy/16)

Denpasar, (Antara Bali) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Prof I Ketut Widnya PhD mengatakan ritual "metatah" atau potong gigi secara massal memiliki makna memanusiakan manusia sebagai salah satu konsep dari ajaran agama Hindu.

"Metatah massal merupakan bagian dari ritual `manusa yadnya` atau korban suci tulus iklas kepada sesama yang bertujuan memanusiakan manusia," katanya melalui surat elektronik, Selasa.

Widnya menjelaskan, pemaparan tersebut diberikan ketika memberikan sambutan pada acara metatah massal umat Hindu di Sulawesi Tengah dipusatkan di Kota Palu serangkaian Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-71.

Menurutnya, manusia sejak lahir di dunia membawa "karma wasana" dan samskara menyucikan hidupnya sehingga menjadi manusia sejati dan mampu melahirkan peradaban.

Mantan Ketua STAHN Gde Pudja Mataram itu juga mengungkapkan, pembangunan revolusi mental memerlukan manusia-manusia sejati yang bercirikan ketangguhan.

Selain itu, manusia sejati harus didukung dengan mental kokoh sehingga dapat menjadi pelaku pembangunan yang berguna masyarakat luas dan dapat memberikan contoh bagi yang lain.

Dikatakan pula, hal tersebut juga sejalan dengan lima budaya kerja Kementerian Agama RI yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan,

"Memang dalam ritual potong gigi massal tersebut tersebut memang dirangkaikan dengan hari amal bhakti Kementerian Agama Ri Ke-71. Kita bersama berharap kedepan dapat bersama sama melahirkan generasi pembaharu yang berkarakter," tegasnya. (gus)