"Kegiatan tersebut kami dukung, karena sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi penerus nantinya," katanya di Denpasar, Selasa.
Kegiatan tersebut digagas oleh "Bali Triple-C" (collaboration for climate change), salah satu lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Menurut dia, kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi ancaman pemasanan global yang menyebabkan perubahan iklim.
"Acara tersebut tidak hanya menyangkut masalah pengurangan pengguna energi dan perubahan iklim, namun memberikan kesadaran supaya semua pihak lebih peduli terhadap lingkungan. Kam kira semua pihak akan mendukung kegiatan itu mengingat manfaatnya untuk kepentingan bersama," ucapnya.
Sementara Catur Yudha, salah seorang sukarelawan WSD mengatakan, acara itu merupakan hasil gagasan Triple-C yang merupakan gabungan beberapa LSM di Pulau Dewata.
"Inspirasi untuk melakukan kegiatan tersebut berasal dari Hari Raya Nyepi. Pada hari raya suci itu, sebanyak 20.000 ton emisi berhasil dikurangi," katanya.
Dia berharap kegiatan itu bisa diikuti oleh seluruh masyarakat serta wisatawan yang sedang melancong di Bali. Bentuk keikutsertaannya adalah tidak mengendarai kendaraan bermotor dan tidak menyalakan alat-alat elektronik selama empat jam pada 21 Maret 2011.
Menurut Catur, kegiatan tersebut akan dipusatkan di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Denpasar.
"Rencananya acara itu juga akan diajukan ke PBB, namun dibutuhkan dukungan masyarakat yang dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan. Untuk dapat diakui, dibutuhkan 10 juta tanda tangan dan saat ini baru mencapai 10 ribu tanda tangan," ujarnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.