Nusa Penida (Antara Bali) - Perairan Nusa Lembongan kepulauan Nusa Penida yang terpisah dengan daratan Bali mempunyai potensi besar dalam budidaya teripang (timun laut) sebagai jenis matadagangan bernilai ekonomis.

"Potensi itu perlu dikembangkan secara maksimal, mengingat budidaya rumput laut di daerah itu kian hari semakin menurun," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Koservasi Perairan Nusa Penida, Kabupaten Karangasem, I Nyoman Karyawan, Rabu.

Ia mengatakan, kajian pengembangan teripang sudah dilakukan berkerjasam dengan Badan Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Perairan Nusa Lembongan dinilai sangat cocok untuk budidaya teripang. Lokasi budidaya tersebut depan mangrove, restocking benih bibit sebanyak 3.000 dilepas enam keramba dengan ukuran 3 x 3 meter.

I Nyoman Karyawan menambahkan, selain teripang jenis pasir dikembangkan sebetulnya teripang warna hitam sudah ada, namun berkembangbiak lebih lama disamping nilai jualnya rendah.

Hal itu berbeda dengan teripang jenis pasir prospeknya lebih menjanjikan. Jenis teripang lebih cepat berkembangbiak dalam kurun waktu lima bulan sudah bisa panen, ujar I Nyoman Karyawan.

Ia menyebutkan pembibitan teripang dikelola Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Lembongan sebelumnya sudah mendidik dan pelatihan mengenai pembibitan teripang selama tiga hari.

Selain pengembangan teripang juga dibudidayakan seperti bambu laut. Jenis lebih digunakan sebagai bahan kerajinan. Permintaan pasar di luar negeri terhadap teripang sangat tinggi bahkan ada yang mau menjadi investor.

Program restocking teripang pasir oleh BPSPL Denpasar, bantuan benih dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut setiap bibit dengan panjang benih rata-rata 5 cm.

BPSPL juga memberikan bantuan jaring tancap kurung untuk tempat benih sementara.

Ketua Pomaswas Lembongan Ujiana menambahkan lesunya budidaya rumput laut, mendorong pengembangan budidaya lainya termasuk teripang yang kini dikembangkan masyarakat daerah pesisir.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan bibit tersebut, jika berhasil akan dikembangkan lebih banyak lagi," ujar Ujiana. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Sentana

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016