Singaraja (Antara Bali) - Angin puting beliung yang "mengamuk" Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, antara lain tercatat merusak rumah milik Made Sunardita (26) di Dusun Insakan, Desa Pedawa, Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Seluruh atap rumah Sunardita terbang dan berserakan setelah angin puting beliung yang disertai hujan melintasi kawasan desa Pedawa, di wilayah Bali bagian utara.

Kepala Desa Pedawa Putu Sudarmaja mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Angin puting beliung hanya merusak bagian atap rumah warga serta tanaman yang ada di beberapa titik Desa Pedawa.

Sementara hujan deras yang berlangsung sejak sepekan belakangan ini, telah menimbulkan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang di Buleleng.

Menurut korban Sunardita, sebelum kejadian berlangsung, ia beserta keluarganya sedang tertidur karena saat itu hujan turun deras di kawasan Desa Pedawa.

Namun, ia mengaku mulai khawatir dan terbangun ketika mendengar suara angin yang semakin lama semakin keras serta kencang, hingga air hujan sampai memasuk ke dalam rumah.

Tak berselang beberapa menit, ia mengaku tersadar, angin yang semakin kencang kemudian menerbangkan sejumlah atap rumah yang terbuat dari bahan seng.

Dari pantauan ANTARA di lokasi kejadian, hanya bagian atap rumah korban angin puting beliung yang menderita kerusakan.

Sunardita menyebutkan, pihaknya langsung melakukan perbaikan seng yang sempat diterbangkan angin.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Banjar Putu Reika Nurhaeni mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait dengan jumlah kerugian akibat angin puting beliung tersebut.

"Jumlah kerugian hanya sekitar Rp3 juta, karena cuma atap rumah warga yang diterbangkan dalam kejadian tersebut. Hasil ini juga akan kami laporkan ke Pemerintah Kabupaten Buleleng," ujar Reika.

Terkait korban lain, ia mengaku sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat, khususnya di kawasan bencana di Kecamatan Banjar.

Dikatakan, sebelumnya peritiwa yang sama juga merobohkan sebuah pohon besar di Desa Temukus, yang masih dalam wilayah Kecamatan Banjar.

"Tapi hanya menimpa atap rumah dan itu sudah kami lakukan perbaikan bersama-sama warga Desa Temukus dengan cara gotong royong, sekaligus juga memperbaiki bagian atap SMP Negeri 3 Banjar yang ketika itu ikut terbang," ucap Reika.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010