Jakarta (Antara Bali) - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia.

Bishop tiba di Kantor Wapres Jakarta pukul 13.30 WIB dengan didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Pertemuan dengan Wapres Kalla dilakukan secara tertutup sejak pukul 13.45 WIB setibanya Wapres dari Istana Merdeka.

Kunjungan Bishop ke Indonesia dilakukan selama tiga hari hingga Rabu (23/3) untuk melakukan serangkaian kegiatan antara lain membuka Kantor Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Sulawesi Selatan, dan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri "Bali Process".

Bishop dijadwalkan membuka Kantor Konjen Australia di Makassar secara resmi pada Selasa (22/3) dan menghadiri Bali Process di Bali pada Rabu (23/3).

Sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi mengatakan kedatangan Bishop untuk membahas sejumlah isu bilateral.

"Ini merupakan pertemuan kami kembali setelah dua bulan lalu saya bertemu Menlu Julie Bishop di Sydney. Selain membahas tentang isu bilateral, kami membahas persiapan untuk pertemuan 'Bali Process', di mana kami akan menjadi 'co-chair' pada Rabu (23/3)," kata Menlu Retno Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Senin.

Pemerintah Indonesia mendorong mekanisme untuk merespon situasi darurat melalui deklarasi dalam Pertemuan Tingkat Menteri "Bali Process" Ke-6 tentang Penyelundupan Manusia, Perdagangan Orang dan Kejahatan Lintas Negara di Nusa Dua, Bali, 22-23 Maret 2016.

Selain membahas tentang Persiapan Bali Process, Menlu RI dan Menlu Australia juga membahas beberapa isu bilateral, antara lain penguatan kerja sama kedua negara di bidang perdagangan, investasi, hubungan antarmasyarakat, pendidikan, dan pemberantasan terorisme.

Sebagai tuan rumah, Indonesia telah mengundang 47 negara anggota, 18 negara peserta lainnya dan tiga organisasi internasional, yakni Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), Organisasi Migrasi Internasional (IOM) dan Kantor PBB untuk Urusan Obat-obatan dan Kejahatan Lintas Negara (UNODC). (WDY)

Pewarta: Pewarta: Fransiska Ninditya

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016