Nusa Dua (Antara Bali) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor pasar modal di Provinsi Bali tumbuh stabil dan meningkat selama empat tahun terakhir meski situasi pasar global mengalami gejolak.

"Walaupun kondisi pasar modal sedikit mengalami penurunan akibat pengaruh global, tetapi intensitas dan keinginan masyarakat untuk menanam di pasar modal itu pertumbuhannya stabil," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Denpasar, I Gusti Agung Alit Nityaryana ditemui pada Konferensi Otoritas Pasar Modal Internasional di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis.

Alit mencatat setahun terakhir ini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menurun, namun dengan tingkat pertumbuhan investor yang menyentuh 1.379, dinilai sebagai indikasi yang bagus.

Hingga tahun 2015, total jumlah investor pasar modal di Bali mencapai 7.651 investor atau tumbuh 1.379 orang dari jumlah investor tahun sebelumnya mencapai 6.272 investor.

Sebagian besar investor pasar modal itu di antaranya berada di Denpasar sebanyak 4.976 orang dan Kabupaten Badung (1.191).

Untuk meningkatkan investor pasar modal, pihaknya mengajak kerja sama sejumlah universitas di Bali untuk mengedukasi mahasiswa sehingga literasi industri pasar modal lebih meluas di kalangan generasi muda.

Perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Warmadewa, Mahasaraswati, Politeknik Negeri Bali, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Ganesha.

Kerja sama dengan Universitas Udayana juga dilakukan termasuk pembuatan laboratorium pasar modal guna mengedukasi kepada mahasiswa.

Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan pada tataran komunitas mahasiswa salah satunya Indonesia Stock atau Istock Bali yang kerap membahas saham.

Pihaknya mengharapkan tahun 2016 ini, pertumbuhan investor pasar modal di Bali mencapai sekitar 10 persen. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016