Denpasar (Antara Bali) - Polisi menemukan beberapa keganjilan pada kasus perampokan SPBU 5480316 di dekat kampus Universitas Udayana (Unud), Jalan Uluwatu, Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (13/11) lalu.
"Saya sudah datang ke lokasi kejadian dan dari hasil penyelidikan memang ditemukan beberapa kejanggalan," kata Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-65 Brimob di Markas Brimoda, Tohpati, Denpasar, Minggu.
Hanya saja, Kapolda enggan membeber beberapa kejanggalan dimaksud dengan dalih untuk kepentingan penyidikan kasus yang terjadi pada dinihari sekitar pukul 03.00 Wita.
Seperti diketahui, SPBU di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Bali, itu dirampok dan para pelaku membawa kabur uang tunai berikut brankas senilai Rp65 juta lebih.
Dikatakan Kapolda, setelah melihat langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendengarkan keterangan para saksi dan bukti yang ditemukan, memang terjadi keganjilan.
Saat ditanya dugaan adanya keterlibatan orang dalam kasus perampokan itu, Kapolda mengatakan tidak tertutup kemungkinan ke arah itu.
"Ya mudah-mudahan ada ke arah sana, sebab kami temukan bebeberapa keganjilan," kata mantan Wakil Kepala Bareskrim Polri ini.
Guna mengungkap kasus tersebut, pihaknya telah mengumpulkan anak buahnya untuk terus mendalami semua keterangan saksi dan bukti yang ditemukan di lokasi.
"Saya sudah berikan arahan teknis dan strategi kepada petugas untuk bisa mengungkap kasusnya, ya mudah-mudahan bisa segera terungkap pelakunya," ucapnya.
Hingga kini polisi sudah memintai keterangan pengelola SPBU Wayan Antara dan sejumlah saksi, termasuk masih mendalami kesaksian dua petugas SPBU yang disekap kawanan perampok bermobil.
Kasus perampokan dilakukan kawanan perampok diperkirakan berjumlah lima orang yang mengenakan penutup wajah serta mempersenjatai diri dengan golok dan senjata api.
Mereka menyerbu dan menggasak brankas, HP, uang tunai di SPBU setelah melumpuhkan dua petugas dan mengikat kedua tangan dan kakinya. Dua sopir yang kebetulan menginap di SPBU juga dilumpuhkan perampok.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010
"Saya sudah datang ke lokasi kejadian dan dari hasil penyelidikan memang ditemukan beberapa kejanggalan," kata Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-65 Brimob di Markas Brimoda, Tohpati, Denpasar, Minggu.
Hanya saja, Kapolda enggan membeber beberapa kejanggalan dimaksud dengan dalih untuk kepentingan penyidikan kasus yang terjadi pada dinihari sekitar pukul 03.00 Wita.
Seperti diketahui, SPBU di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Bali, itu dirampok dan para pelaku membawa kabur uang tunai berikut brankas senilai Rp65 juta lebih.
Dikatakan Kapolda, setelah melihat langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendengarkan keterangan para saksi dan bukti yang ditemukan, memang terjadi keganjilan.
Saat ditanya dugaan adanya keterlibatan orang dalam kasus perampokan itu, Kapolda mengatakan tidak tertutup kemungkinan ke arah itu.
"Ya mudah-mudahan ada ke arah sana, sebab kami temukan bebeberapa keganjilan," kata mantan Wakil Kepala Bareskrim Polri ini.
Guna mengungkap kasus tersebut, pihaknya telah mengumpulkan anak buahnya untuk terus mendalami semua keterangan saksi dan bukti yang ditemukan di lokasi.
"Saya sudah berikan arahan teknis dan strategi kepada petugas untuk bisa mengungkap kasusnya, ya mudah-mudahan bisa segera terungkap pelakunya," ucapnya.
Hingga kini polisi sudah memintai keterangan pengelola SPBU Wayan Antara dan sejumlah saksi, termasuk masih mendalami kesaksian dua petugas SPBU yang disekap kawanan perampok bermobil.
Kasus perampokan dilakukan kawanan perampok diperkirakan berjumlah lima orang yang mengenakan penutup wajah serta mempersenjatai diri dengan golok dan senjata api.
Mereka menyerbu dan menggasak brankas, HP, uang tunai di SPBU setelah melumpuhkan dua petugas dan mengikat kedua tangan dan kakinya. Dua sopir yang kebetulan menginap di SPBU juga dilumpuhkan perampok.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010