Denpasar (Antara Bali) - Pasokan premium di Denpasar kembali menipis sehingga beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi kehabisan stok.
Kadek Narta, pengawas pada SPBU di Jalan Maruti Denpasar, Sabtu mengungkapkan, stok premium dalam seminggu terakhir ini kembali mengalami kekurangan pada SPBU yang diawasinya.
"Pada pekan ini, telah terjadi sekitar empat kali kekurangan stok," ucapnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Pertamina, kata Narta, pasokan premium ke SPBU menjadi berkurang kali ini karena armada pengangkut BBM ada yang tidak beroperasi, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman, seperti yang juga sempat terjadi beberapa waktu lalu.
"Kami sudah mengajukan order, namun baru satu hari kemudian kiriman datang," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permintaan terhadap Depo Pertamina Manggis, Kabupaten Karangasem, tempat biasanya mengajukan order, namun tanggapannya tidak terlalu memuaskan.
Dari jumlah permintaan yang diajukan, hanya diberikan separuh dari jatah biasanya. Padahal, kata dia, pihaknya sudah mengajukan order sambil membayar di muka.
"Sebagai contoh kami meminta 32.000 liter setiap hari, tapi yang datang hanya 16.000 liter. Itu pun datangnya tidak menentu. Akibatnya membuat stok premium habis. Nah, hari ini stok yang tersedia hanya pertamax dan solar," ujarnya.
Narta mengaku, karena kondisi ini pihaknya mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan. Kondisi ini juga menimbulkan dampak lain, yakni keluhan dari para konsumen.
Sementara salah seorang pegawai SPBU di sekitar Jalan Imam Bonjol Denpasar mengaku, habisnya stok premium di tempatnya kembali terjadi. Untuk awal September ini, baru untuk pertama kalinya.
"Stok yang tersedia saat ini sudah habis, dan yang tersisa hanya pertamax. Mudah-mudahan pasokan premium kembali tersedia dengan cepat. Penyebabnya biasa, karena pengiriman terlambat," katanya.
Pantauan di lapangan, di SPBU Jalan Maruti tidak tampak antrean para pengendara mobil dan sepeda motor yang ingin mengisi bensin. Tapi, sebagian dari mereka yang memilih mengurungkan niatnya untuk mengisi bahan bakar karena mengetahui stok premium kosong.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010
Kadek Narta, pengawas pada SPBU di Jalan Maruti Denpasar, Sabtu mengungkapkan, stok premium dalam seminggu terakhir ini kembali mengalami kekurangan pada SPBU yang diawasinya.
"Pada pekan ini, telah terjadi sekitar empat kali kekurangan stok," ucapnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Pertamina, kata Narta, pasokan premium ke SPBU menjadi berkurang kali ini karena armada pengangkut BBM ada yang tidak beroperasi, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman, seperti yang juga sempat terjadi beberapa waktu lalu.
"Kami sudah mengajukan order, namun baru satu hari kemudian kiriman datang," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permintaan terhadap Depo Pertamina Manggis, Kabupaten Karangasem, tempat biasanya mengajukan order, namun tanggapannya tidak terlalu memuaskan.
Dari jumlah permintaan yang diajukan, hanya diberikan separuh dari jatah biasanya. Padahal, kata dia, pihaknya sudah mengajukan order sambil membayar di muka.
"Sebagai contoh kami meminta 32.000 liter setiap hari, tapi yang datang hanya 16.000 liter. Itu pun datangnya tidak menentu. Akibatnya membuat stok premium habis. Nah, hari ini stok yang tersedia hanya pertamax dan solar," ujarnya.
Narta mengaku, karena kondisi ini pihaknya mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan. Kondisi ini juga menimbulkan dampak lain, yakni keluhan dari para konsumen.
Sementara salah seorang pegawai SPBU di sekitar Jalan Imam Bonjol Denpasar mengaku, habisnya stok premium di tempatnya kembali terjadi. Untuk awal September ini, baru untuk pertama kalinya.
"Stok yang tersedia saat ini sudah habis, dan yang tersisa hanya pertamax. Mudah-mudahan pasokan premium kembali tersedia dengan cepat. Penyebabnya biasa, karena pengiriman terlambat," katanya.
Pantauan di lapangan, di SPBU Jalan Maruti tidak tampak antrean para pengendara mobil dan sepeda motor yang ingin mengisi bensin. Tapi, sebagian dari mereka yang memilih mengurungkan niatnya untuk mengisi bahan bakar karena mengetahui stok premium kosong.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010