Negara (Antara Bali) - Warga Kelurahan BB Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, melakukan protes dengan cara menanam pisang pada lubang besar di tengah jalan yang melintasi wilayah tersebut.
Beberapa warga yang ditemui di Negara, Rabu mengatakan, lubang besar di tengah jalan yang sangat membahayakan bagi pengendara roda dua itu sudah ada sejak enam bulan lalu.
"Tapi pemerintah tidak juga memperbaikinya. Karena kesal, kami tanami saja dengan pohon pisang," kata Artha, salah seorang warga.
Selain sebatang pohon pisang, warga juga membuat pembatas di sekeliling lubang dengan menata bebatuan.
Menurut warga ini, lubang itu sudah berkali-kali menyebabkan kecelakaan pengguna jalan.
Ia juga menyayangkan keberadaan dua wakil rakyat di DPRD Jembrana yang berasal dari wilayah itu, tapi lambat dalam memperjuangkan aspirasi warga.
"Kalau dua orang itu berjuang sungguh-sungguh untuk perbaikan jalan berlubang ini, pasti sudah dari dulu selesai. Tapi nyatanya hingga berbulan-bulan jalan ini belum juga diperbaiki," ujar Artha.
Saat dikonfirmasi, Kadek Darmasusila, anggota dewan yang berasal dari Kelurahan BB Agung berjanji bahwa tidak lama lagi jalan itu akan diperbaiki.
Menurutnya, untuk perbaikan jalan itu sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2010. Anggaran itu berasal dari pengalihan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mobil di Bagian Umum Setda Jembrana.
"Saat pembahasan RAPBD perubahan, dewan minta dana pengadaan mobil itu dialihkan untuk perbaikan insfrastruktur yang rusak karena bencana," kata Darmasusila.
Dari pengalihan dana pengadaan mobil itu, untuk perbaikan insfrastruktur diperoleh anggaran Rp950 juta.
"Tapi dana itu kan tidak bisa langsung dipakai karena ada prosedur dan mekanisme anggaran yang mesti ditempuh," katanya. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010
Beberapa warga yang ditemui di Negara, Rabu mengatakan, lubang besar di tengah jalan yang sangat membahayakan bagi pengendara roda dua itu sudah ada sejak enam bulan lalu.
"Tapi pemerintah tidak juga memperbaikinya. Karena kesal, kami tanami saja dengan pohon pisang," kata Artha, salah seorang warga.
Selain sebatang pohon pisang, warga juga membuat pembatas di sekeliling lubang dengan menata bebatuan.
Menurut warga ini, lubang itu sudah berkali-kali menyebabkan kecelakaan pengguna jalan.
Ia juga menyayangkan keberadaan dua wakil rakyat di DPRD Jembrana yang berasal dari wilayah itu, tapi lambat dalam memperjuangkan aspirasi warga.
"Kalau dua orang itu berjuang sungguh-sungguh untuk perbaikan jalan berlubang ini, pasti sudah dari dulu selesai. Tapi nyatanya hingga berbulan-bulan jalan ini belum juga diperbaiki," ujar Artha.
Saat dikonfirmasi, Kadek Darmasusila, anggota dewan yang berasal dari Kelurahan BB Agung berjanji bahwa tidak lama lagi jalan itu akan diperbaiki.
Menurutnya, untuk perbaikan jalan itu sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2010. Anggaran itu berasal dari pengalihan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mobil di Bagian Umum Setda Jembrana.
"Saat pembahasan RAPBD perubahan, dewan minta dana pengadaan mobil itu dialihkan untuk perbaikan insfrastruktur yang rusak karena bencana," kata Darmasusila.
Dari pengalihan dana pengadaan mobil itu, untuk perbaikan insfrastruktur diperoleh anggaran Rp950 juta.
"Tapi dana itu kan tidak bisa langsung dipakai karena ada prosedur dan mekanisme anggaran yang mesti ditempuh," katanya. (*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010