New York (Antara Bali) - Penguatan nilai tukar dolar AS menekan harga minyak dunia hingga turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB), menambah tekanan dahsyat di pasar dari membanjirnya pasokan global.
Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April anjlok 1,71 dolar AS menjadi ditutup pada 48,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April jatuh 2,14 dolar AS menjadi menetap di 56,39 dolar AS per barel. Patokan global telah jatuh dalam enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir. Penguatan greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah, sehingga mengurangi permintaan.
Laporan prospek pasar Departemen Energi Amerika Serikat yang dirilis Selasa, memproyeksikan berlanjutnya penumpukan besar dalam persediaan minyak mentah AS untuk tahun ini, termasuk di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma.
Kelebihan pasokan global terus membebani pasar. Total produksi minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan rata-rata 9,4 juta barel per hari pada Februari menurut prospek energi yang dirilis Badan Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) pada Selasa.
EIA memproyeksikan rata-rata produksi minyak mentah AS mencapai 9,3 juta barel per hari pada 2015 dan 9,5 juta barel per hari pada 2016, mendekati 9,6 juta barel per hari, tingkat rata-rata tertinggi tahunan produksi Amerika Serikat pada 1970.(Xinhua/AFP/WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015
Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April anjlok 1,71 dolar AS menjadi ditutup pada 48,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April jatuh 2,14 dolar AS menjadi menetap di 56,39 dolar AS per barel. Patokan global telah jatuh dalam enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir. Penguatan greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah, sehingga mengurangi permintaan.
Laporan prospek pasar Departemen Energi Amerika Serikat yang dirilis Selasa, memproyeksikan berlanjutnya penumpukan besar dalam persediaan minyak mentah AS untuk tahun ini, termasuk di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma.
Kelebihan pasokan global terus membebani pasar. Total produksi minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan rata-rata 9,4 juta barel per hari pada Februari menurut prospek energi yang dirilis Badan Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) pada Selasa.
EIA memproyeksikan rata-rata produksi minyak mentah AS mencapai 9,3 juta barel per hari pada 2015 dan 9,5 juta barel per hari pada 2016, mendekati 9,6 juta barel per hari, tingkat rata-rata tertinggi tahunan produksi Amerika Serikat pada 1970.(Xinhua/AFP/WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015