Tabanan (Antara Bali) - Kesenian joged bumbung yang ditampilkan dalam Festival Seni Tanah Lot tidak hanya disukai masyarakat Bali, namun juga mampu menarik minat wisatawan asing sehingga tidak sedikit dari mereka ikut menirukan tarian khas Bali itu.

Memasuki hari keempat ajang budaya yang digelar dalam "Tanah Lot Art Festival" (TLAF) 2010 menampilkan menampilkan atraksi prembon, topeng, tarian joged bumbung, dan arja muani.

"Joged bumbung cukup memarik minat wisatawan asing," kata I Made Sudana, ketua panitia festival, Kamis

Tampil menghibur wisatawan, kesenian Joged Bumbung dimulai pukul 15.00 berakhir pukul 17.30 wita. Pengunjung dihibur tim kesenian dari Banjar Nyanyi Desa Beraban yang mengambil lokasi di Enjung Galuh yang merupakan salah satu tempat favorit wisatawan di Obyek Wisata Tanah Lot.

Saat para penari unjuk kebolehan beberapa wisatawan pun antusias dengan ikut menari joged bumbung. "Kami berharap dengan melibatkan para wisatawan ikut menari bersama para peserta festival, akan memberi kesan tersendiri sehingga ini menjadi bagian promosi dari mulut ke mulut," harap dia.

Selama ini, katanya, objek wisata Tanah Lot konsisten dalam melestarikan budaya Bali yang beraneka ragam. Pihak pengelola Tanah Lot juga ingin mempersembahkan penghargaan kepada para pelaku seni atas usaha mereka selama ini dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali melalui berbagai ide kreatif.

Wisatawan yang ikut menari, semuanya memakai pakaian tradisional Bali berupa sarung dan selendang yang diikatkan di pinggang. Panitia menerapkan syarat kesopanan gerak bagi para penari maupun wisatawan yang ikut menari, termasuk dilarang mempertontonkan aksi porno dan vulgar.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keaslian budaya Bali, khususnya tari joged yang dulunya merupakan tarian pergaulan yang sopan dan jauh dari kesan vulgar.

Joged Bumbung merupakan tari pergaulan yang sangat populer di Bali , tari ini memiliki pola gerak yang agak bebas, lincah dan dinamis, yang diambil dari Legong maupun Kekebyaran dan dibawakan secara improvisatif.

Tarian ini diiringi dengan Gamelan Tingklik Bambu berlaras Slendro yang disebut Grantang atau Gamelan Gegrantangan. Tarian ini muncul tahun 1946 di Bali Utara dan kini Joged Bumbung dapat dijumpai hampir di semua desa dan merupakan jenis tari joged paling populer di Bali.

Festival Tanah Lot rupanya mendapat respon wisatawan dan masyarakat Kabupaten Tabanan bahkan jumlah penonton melampaui target dari 4 ribu orang hingga kini sudah mencapai 20 ribu pengunjung.

"Dari jumlah itu 40 persennya berasal dari wisatawan mancanegara," kata Sujana yang juga Manager Operasional Objek Wisata Tanah Lot.

Jumlah ini diperkirakan meningkat hingga pelaksanaan terakhir tanggal 1 Agustus nanti. Ia juga menandaskan jumlah tersebut sudah melebihi dari target pelaksanaan yang per harinya ditarget kira-kira 4 ribu pengunjung. (*/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010