Singaraja (Antara Bali) - Warga masyarakat Banjar Pakraman Banyuning Kangin, Kabupaten Buleleng, Bali sedang menyiapkan pelaksanaan upacara Ngaben massal yang mengikutsertakan 100 kerangka jenazah (sawa).

"Kegiatan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp250 juta, yang merupakan patungan dari 100 kepala keluarga yang melakukan pengabenan secara bersama-sama," kata Ketua Panitia Pelaksana Drs Gede Astawa, Senin.

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sebulan penuh, 29 Juni hingga 24 Juli 2010.

Bupati Buleleng Drs Putu Bagiada, MM termasuk Ketua DPRD setempat, Dewa Nyoman Sukrawan, Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf Suhardi, Kapolres Buleleng AKBP. M.Yudhi Hsrtanto, Sekda Buleleng Drs.Gelgel Ariadi serta para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng sempat melayat ke warga desa Pekraman Banyuning.

Upacara ngaben massal tersebut dilaksanakan dengan cara gotong royong (ngaturang ayah) yang penuh rasa kebersamaan diikuti 25 Dadia (kelompok) dengan 100 sawa (jenazah).

Kegiatan upacara Ngaben Massal menurut Gede Astawa dilakukan secara berkesinambungan setiap lima tahun sejak tahun 1995, sekarang merupakan keempat kalinya.

Ia menjelaskan, dengan ngaben massal diharapkan dapat mempererat persatuan dan kesatuan antar krama sikaligus mewujudkan kebersamaan serta efesiensi.

Bupati Buleleng Drs Putu Bagiada mengharapkan, kegiatan Ngaben Massal dimaknai sebagai kewajiban kepada leluhur dan memaknai yadnya dengan "srada" sebagai landasan utama.

Ngaben Massal merupakan momentum untuk mempererat rasa kekeluargaan dan dapat dijadikan wadah untuk menyatukan persepsi masyarakat.

Sebagai wujud terimakasinya kepada warga yang telah menunjukkan keompakan, mengurangi beban masyarakat, dalam kesempatan tersebut, Bupati Bagiada turut memberikan punia senilai Rp 5 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Gede Astawa dengan disaksikan oleh ratusan warga masyarakat.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010