Chicago (Antara Bali) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup pada tingkat tertinggi sejak 30 Oktober pada Senin (Selasa pagi Wita), karena data ekonomi lebih lemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 14,4 dolar AS, atau 1,09 persen, menjadi menetap di 1.338 dolar AS per ounce.

Markit pada Senin melaporkan bahwa indeks untuk sektor jasa AS mencapai 52,7 pada Februari, tingkat terendah dalam empat bulan. Sementara badan statistik resmi Uni Eropa, Eurostat mengatakan bahwa harga konsumen di 18 negara yang menggunakan euro turun rekor 1,1 persen pada Januari dari Desember.

Kekacauan di Ukraina, meningkatnya permintaan dari China dan India serta masalah geopolitik di Venezuela dan Mesir juga mendukung harga emas, kata analis pasar.

Namun, faktor-faktor jangka panjang yang meredam emas masih ada. Presiden Federal Reserve Bank Dallas Richard Fisher menyerukan untuk memotong besaran pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 10 miliar dolar AS per pertemuan. (*/Xinhua/ADT)

Pewarta:

Editor : I Nyoman Aditya T I


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014