Gianyar (Antara Bali - Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Bali mencatat kunjungan wisatawan Jepang ke daerah itu mengalami penurunan dalam beberapa tahun terkahir ini.

"Kunjungan wisatawan asal negeri Sakura itu agak merosot, akibat ekonomi di negeri Matahari Terbit belum pulih pascabencana Tsunami," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Ari Brahmanta, Senin.

Ia mengatakan, warga Jepang biasanya tidak mau lari dari kesulitan yang menimpa negaranya, sehingga mereka enggan ke luar negeri, apalagi untuk kepentingan wisata.

Terkait persoalan itu menjadi suatu kewajaran kalau wisatawan Jepang ke Bali. Sedangkan wisatawan Australia menurut Ari Brahmanta yang juga pemilik Ary`s warung Ubud itu menampik kalau dikatakan melorot.

Hingga saat ini, kunjungan wisatawan dari negeri Kangguru itu merupakan pengunjung tertinggi di Gianyar setelah China.

Secara menyeluruh berdasarkan data pada tahun 2013, kunjungan wisatawan berkunjung ke Kabupaten Gianyar sebanyak 853.850 orang.

Khusus tahun 2014, pihaknya masih melakukan pengecekan di lapangan. Disisi lain, untuk mengembangkan objek wisata di Kabupaten Gianyar, pihaknya saat ini telah mengembangkan sejumlah objek wisata yakni Monkey Forest di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawatu, Puri Blahbatuh sebagai destinasi Puri, pasar tradisional Yadnya di Kecamatan Blahbatuh.

Selain itu kuliner di Kota Gianyar, serta objek wisata waterdoom di Bukit Jati, Gianyar.

"Kalau mau mengembangkan potensi wilayah, generator pembangkit mesti dikembangkan lebih dulu," jelas Anak Agung Ari Brahmanta.(I020)







Pewarta:

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014