Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membekali angkatan kerja dengan keahlian barista dan tata rias untuk membantu menekan angka pengangguran.
“Kami bekali pelatihan berbasis kompetensi yang tidak hanya soal pengetahuan tapi juga keterampilan dan sikap profesional,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar I Gede Suardana Putra di Gianyar, Bali, Kamis.
Menurut dia, pelatihan berbasis kompetensi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi pencari kerja di daerah setempat yang diadakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Agribisnis dan Industri Gianyar.
Pelatihan barista dan tata rias merupakan tahap awal 2026 yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Senada dengan Suardana, Kepala UPTD BLK Gianyar Gianyar Ni Ketut Dani menjelaskan selain kompetensi, mereka juga dibekali pelatihan meningkatkan daya saing.
“Sehingga mampu mendorong produktivitas, membuka peluang kerja, serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.” Imbuhnya.
Pada tahap awal pelatihan itu diikuti 32 peserta yang akan menjalani pelatihan selama 20-23 hari sesuai dengan dua program tersebut.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan secara maksimal serta mengembangkan keterampilan yang diperoleh, baik untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Adapun pelatihan kompetensi itu didasarkan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar 2026 dan seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tingkat pengangguran terbuka di Pulau Dewata per Agustus 2025 mencapai 40,9 ribu orang atau 1,49 persen.
Jumlah itu menurun 0,30 persen jika dibandingkan periode sama 2024 mencapai 48,6 ribu orang.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026