PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi liquified petroleum gas (LPG) di Bali selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 naik 3,2 persen dibandingkan konsumsi normal, yakni dari 916 metrik ton menjadi 945 metrik ton.

"Pasukan khusus kami menjaga pasokan energi dengan aman pada masa Natal dan tahun baru, mulai dari arus pergi hingga arus balik," Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Iwan Yudha Wibawa di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan konsumsi LPG itu mencakup subsidi dan nonsubsidi selama periode satuan tugas (satgas) pada 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.

Sedangkan, untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin dan avtur atau BBM untuk pesawat udara, selama periode akhir tahun cenderung sama dengan rata-rata konsumsi pada kondisi normal.

"Untuk gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang," imbuhnya.

Pertamina juga mencatat rata-rata konsumsi harian gasoline mencapai 3.135 kiloliter dan avtur di Bali rata-rata konsumsi hariannya mencapai 3.504 kiloliter.

Pihaknya mencatat ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur selama masa satgas itu terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari delapan hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.

Selama masa Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, infrastruktur distribusi di Bali diperkuat melalui pengoperasian dua terminal BBM yakni di Manggis dan Pesanggaran, kemudian 212 SPBU, tiga SPBU nelayan, 147 agen LPG, dan satu terminal BBM avtur.

Operasional infrastruktur itu dikendalikan melalui sistem pengawasan yang aktif selama 24 jam penuh.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Ardi Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026