Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali sedang mengerjakan sodetan (saluran air) menuju Danau Buyan sebagai solusi pengendalian banjir di jalan nasional menghubungkan Singaraja-Denpasar yang berlokasi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.
"Genangan air di Pancasari menjadi salah satu fokus penyelesaian, terlebih merupakan wilayah pariwisata," kata Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat meninjau lokasi di Desa Pancasari, Jumat.
Ia menjelaskan banjir disebabkan karena saluran air tak mampu menampung tiga aliran air sekaligus dari Pancasari Barat, Pancasari Selatan, serta wilayah Desa Kembang Merta, Kabupaten Tabanan.
Pihaknya meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah berupaya mengatasi banjir dengan membangun sodetan air ke arah danau yang diharapkan dapat mengurangi debit air khususnya saat cuaca ekstrem.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan karena tidak ditangani. Sekarang sudah kami kerjakan sodetan air. Ukurannya dua kali dua meter dan dikerjakan dari hilir. Ini solusi yang sudah dikerjakan. Kami harapkan genangan air dalam hitungan jam bisa surut," imbuhnya.
Supriatna juga menekankan pemerintah daerah bersama pemerintah desa telah merancang solusi jangka menengah hingga panjang.
Salah satunya melalui pelebaran saluran, yang mendapat dukungan langsung dari masyarakat setempat.
"Masyarakat Pancasari luar biasa. Banyak yang rela memberikan sebagian lahannya tanpa kompensasi demi pelebaran saluran. Ini bentuk gotong royong yang patut diapresiasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Buleleng Adiptha Ekaputra menjelaskan penanganan genangan dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Kolaborasi tersebut difokuskan untuk mempercepat surutnya genangan air.
“Target kami jelas, genangan tidak boleh lama. Harus surut dalam hitungan jam, jangan sampai berhari-hari,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan desain teknis sodetan air ke arah danau sebagai solusi utama.
Saat ini tahap pertama sudah berjalan, sementara tahap kedua direncanakan dilanjutkan pada 2026.
"Desain teknis sudah ada. Tahap pertama sedang dikerjakan. Tahap kedua kami siapkan dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Buleleng dan ditargetkan tuntas 2026,” katanya.
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026