Pertamina Patra Niaga memperluas pangsa pasar liquified petroleum gas (LPG) non subsidi melalui kerja sama bisnis dengan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bali.
"Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, layanan purna jual dan peluang sub penyalur bright gas," kata Manager Penjualan Pertamina Wilayah Bali Endo Eko Satryo di Denpasar, Bali, Kamis.
Menurut dia, cara itu dapat menjadi solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas khususnya sektor kuliner yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi.
Selain bergerak dalam usaha kuliner cepat saji, pangsa pasar lainnya yakni usaha binatu, serta perluasan penjualan melalui badan usaha di desa adat (BUPDA) yang berpeluang sebagai sub penyalur.
Adapun LPG non subsidi itu tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg yang dikirim langsung dari agen resmi non PSO.
Ia menjelaskan masih ada tantangan penggunaan LPG subsidi di sektor usaha yang berpotensi menimbulkan penyelewengan subsidi serta risiko keselamatan.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong peralihan penggunaan LPG non subsidi di segmen usaha kuliner cepat saji.
Implementasi kerja sama bisnis dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, sidak terpadu, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026