Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) segera diimplementasikan di lapangan untuk mendukung kebutuhan pangan.

Hal itu Dirjen Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule sampaikan dalam Pertemuan Teknis Nasional HDDAP di Denpasar, Kamis, mengingat proyek ini sudah dibahas lama dan saat ini sudah memasuki pembahasan teknis dan pemetaan potensi di lapangan.

“Kita sudah teknis ini jadi harus ada kegiatan di lapangan tahun 2026, kalau tidak kapan lagi, ini krusial, PR-nya kita butuh solusi untuk mendukung pangan mungkin lahan kering bisa mendukung pangan harus cepat jalan,” katanya.

Taufik mengatakan melihat ada potensi 10 ribu hektare lahan kering di 13 kabupaten yang bisa secara bertahap dikembangkan tanaman hortikultura.

Pada tahap awal, dengan keterbatasan anggaran tim HDDAP diminta fokus pada tanaman buah-buahan, selanjutnya menyusul sayuran.

Hasil dari buah dan sayur di lahan kering tersebut nantinya akan berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia, salah satunya dapat terhubung dengan program makan bergizi gratis (MBG).

“Kan ada program MBG yang butuh sayur dan buah, sehingga dari luas yang ada itu diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan sayur dan buah memanfaatkan lahan kering,” ujar Taufiq.

Karena lahan kering tersebut potensinya lebih besar daripada lahan sawah dan tersebar diberbagai daerah, Kementan mendorong agar pemanfaatannya segera dimulai sehingga segera hasilnya dapat dihubungkan dengan SPPG untuk mendukung kebutuhan pangan di samping memanfaatkan kebun petani.

“Memang masih banyak penyesuaian administrasi, tapi agar sudah mulai berjalan 2026, lebih signifikan lagi output-nya, administrasi kan sudah disusun tahun ini sehingga tahun depan implementasi teknis,” katanya.

Selain untuk mendukung kebutuhan pangan, tanaman hortikultura yang dikembangkan di lahan kering juga didorong untuk meningkatkan potensi ekspor.

Pada komoditas buah-buahan, Dirjen Hortikultura Kementan melihat potensi manggis, mangga, dan durian dapat menghasilkan.

Seperti di Bali sendiri, Kementan melihat potensi besar dari durian yang produsennya berkembang di Kabupaten Buleleng yang tinggal didukung bagi yang sudah eksisting dan ditambah lagi lahannya.

“Walaupun ekspor ada program sendiri nanti kita ingin HDDAP mendukung kesana, kita potensi ekspor durian ke China besar, disana dia akan terima berapapun durian kita, pasarnya ada, tinggal hulunya kita perbaiki,” ujar dia.



 

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Widodo Suyamto Jusuf


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025