Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2025 impresif berkat lapangan usaha utama yaitu sektor pariwisata.
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Selasa, mengatakan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali saat ini atas dasar harga konstan (ADHK) Rp44,75 triliun atau artinya ekonomi tumbuh 5,95 persen dibanding triwulan II 2024 yang sebesar Rp42,23 triliun.
“Pola ini tidak lepas dari lapangan usaha utama pendorong ekonomi Bali, saya sampaikan pariwisata motor penggerak ekonomi, kalau lihat pola pergerakan kunjungan 'high season' biasanya dimulai di triwulan dua,“ katanya.
BPS Bali mempertegas peran sektor pariwisata dalam pertumbuhan ekonomi Bali dilihat dari jenis lapangan usaha yaitu didominasi lapangan usaha akomodasi dan makan minum.
Selama April-Juni 2025, lapangan usaha tersebut tumbuh 13,93 persen dan berkontribusi 22,76 persen pada PDRB, disusul kontribusi pertanian, kehutanan dan perikanan 12,93 persen, transportasi dan pergudangan 10,18 persen, konstruksi 8,92 persen, dan perdagangan besar dan eceran 8,68 persen.
“Lima itu kalau dijumlahkan kontribusinya sudah mencapai 60 persen lebih dengan akomodasi dan makan minum yang terbesar, ini mengalami tren makin meningkat dibanding sebelum-sebelumnya,” ujar Agus Gede.
Jika dilihat berdasarkan pertumbuhan ekonomi Bali yang sebesar 5,95 persen secara tahun ke tahun sendiri, lapangan usaha akomodasi dan makan minum sudah menyumbang 2,1 persen-nya, dilanjutkan 0,81 persen oleh perdagangan besar dan eceran, kemudian 0,61 persen oleh konstruksi, 0,46 persen oleh transportasi, 0,32 persen oleh informasi dan komunikasi, dan 1,14 persen lainnya.
“Ini saya katakan akomodasi menjadi pendorong utama dan pergerakannya relatif tinggi untuk triwulan II karena peningkatan utamanya dari kunjungan wisman dan perjalanan wisatawan nusantara yang tumbuh 16,74 persen dan 18,85 persen,” kata Agus Gede.
Meski masih terdapat lapangan usaha yang mengalami kontraksi, menurut Agus Gede, setidaknya secara umum ekonomi Bali tumbuh pada triwulan II setelah kontraksi pada triwulan I.
BPS Bali mencatat pertumbuhan mencapai 5,95 persen itu sudah jauh lebih cepat, bahkan melampaui nasional yang tumbuh 5,12 persen.
“Ekonomi Bali masih sangat tergantung dari pariwisata, kita perlu melihat banyak data apakah yang sekarang (sektor pariwisata) saja sudah cukup hanya perlu ditingkatkan, atau perlu menambah lagi,” ujar dia.
Baca juga: BPS catat 637 ribu wisman masuk Bali sepanjang Juni
Baca juga: BPS Bali: Jalan rusak dorong inflasi Juli tembus 3 persen
Baca juga: BPS: Bali punya PR pemerataan pembangunan karena kesenjangan naik
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025